Gelapkan Sepeda Motor Teman Kencan, Janda Muda Dibui Enam Bulan

Ditulis 01 Apr 2014 - 18:12 oleh Yit BNC

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Ponirah (25) alias Sari alias Ari, seorang janda asal Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, divonis enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga, Selasa (1/4). Ponirah terbukti melakukan penggelapan sepeda motor teman kencannya.

Terdakwa dijerat dengan Pasal 378 tentang penipuan dan dituntut 10 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Atika Santoso SH. Majelis hakim yang terdiri atas Vilia Sari SH, Moch Nur Azizi SH dan Arief Yudianto SH menganggap terdakwa terbukti melakukan penipuan.

“Hal yang memberatkan hukuman, perbuatan terdakwa merugikan orang lain. Adapun yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, mempunyai anak kecil dan berlaku sopan selama proses persidangan,” kata Humas PN Purbalingga, Moch Nur Azizi SH.

Dalam persidangan terungkap bahwa terdakwa membawa kabur motor dan ponsel milik temannya, Gunarso Sulistiono (26) warga Desa Karanganyar, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara.

Modus yang digunakan terdakwa adalah mengajak pergi korban, lalu meminjam motor dan ponsel korban dan kabur. Terdakwa meminta tebusan sejumlah uang kepada korban sebagai ganti motor yang dibawa.

Sebelumnya Gunarso dan Ponirah berkenalan di Terminal Bus Pulogadung, Jakarta pada 29 November 2013. Pada Senin 2 Desember 2013 siang terdakwa bermain ke rumah korban di Banjarnegara. Mereka lalu pergi ke Baturraden naik motor korban, Honda Supra Fit bernomor polisi R 2751 ND. Malam harinya, keduanya kembali ke Purbalingga. Di depan Stadion Goentoer Darjono, keduanya lalu berhenti.

“Terdakwa lalu meminjam ponsel korban untuk memindah lagu. Terdakwa juga meminjam motor korban dengan alasan untuk mengambil tas. Oleh korban motor itu diberikan dan pelaku pergi sambil membawa ponsel korban. Merasa sudah tertipu, korban lalu melapor ke polisi,” paparnya.

Keesokan harinya, korban menghubungi ponselnya yang dibawa terdakwa. Oleh terdakwa, korban dimintai uang tebusan sebesar Rp 600 ribu. Korban pun setuju dan mereka janjian bertemu di Alun-alun Purbalingga malam itu juga. Setelah ditunggu, ternyata yang meminta uang bukannya terdakwa tapi orang lain bernama Iwan warga Sokaraja, Banyumas. Iwan lalu menunjukkan lokasi terdakwa Ponirah tak jauh dari alun-alun.

Iwan sendiri mengaku, terpaksa menjadi pengantar mengambilkan uang tebusan kepada korban karena dia sendiri juga korban penipuan yang dilakukan oleh Ponirah. Alasannya STNK motor miliknya ditahan oleh Ponirah dan akan dikembalikan jika Iwan bersedia mengambil uang ke Gunawan.

“Iwan juga korban. Modusnya sama, diajak pergi ke Baturraden. Saat korban Iwan mandi, STNK dan kunci motor dibawa ambil, lalu motor dibawa kabur. Motornya sudah ditebus Rp 200 ribu, tapi STNK-nya ditahan,” kata Azizi.

Terdakwa ditangkap oleh polisi, Selasa 3 Desember 2013 dini hari, beberapa jam setelah korban melapor ke Polres Purbalingga. Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita barang bukti berupa ponsel dan motor korban. Usai persidangan, motor dan ponsel milik korban diserahkan kembali ke korban.(BNC)

 

Tentang Penulis

Leave A Response