Hasilkan Karya Seni Tinggi Dari Koran Bekas

Ditulis 26 Mar 2014 - 20:51 oleh Nanang BNC
HIASAN : Lastri, tengah melakukan pewarnaan pada vas yang barbahan baku kertas koran bekas (foto ruhito)

HIASAN : Lastri, tengah melakukan pewarnaan
pada vas yang barbahan baku kertas koran bekas (foto ruhito)

BAGI sebagian orang, kertas koran bekas mungkin tidak ada artinya dan tidak bermanfaat. Namun tidak bagi Lastri, asal Desa Tapen, Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara barang tersebut dapat disulap menjadi sebuah karya seni yang memiliki nilai estetika dan mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Selain vas bunga berbagai ukuran, kertas koran bekas olehnya dapat dibuat seperti keranjang, tas, botol minuman, tempat pensil, lampion,dan juga bentuk-bentuk lainnya.

Usaha kerajinan memanfaatkan koran bekas yang kini mulai berkembang itu bermula dari kesenangannya membuat dekorasi atau kerajinan lainnya. Rasa penasaran yang muncul dalam benaknya itulah yang akhirnya ia memutuskan untuk berani memulai usaha kerajinan ini.

Menurut dia, mulanya ia merasa kesulitan membuat bentuk atau motif benda yang akan dihasilkan. Namun setelah dipelajari lebih lanjut dan juga mencoba-coba, kini bentuk sesulit apapun kerajinan yang akan dibuat dapat ia lakukan dengan mudah. ”Yang penting kita tahu mulai dari mana dan juga kerangka benda itu pada saat pertama kali akan kita¬†buat. Setelah itu tinggal menyesuaikan saja polanya,” ujar dia, belum lama ini.

Pesanan juga sudah mulai berdatangan, sehingga ia optimis usaha kerajinan yang ia rintis dapat lebih berkembang. Harga yang dipatoknya pun murah, sehingga terjangkau oleh masyarakat luas. Paling murah adalah tempat pensil seharga Rp 6500.

Masalah bahan baku berupa kertas koran bekas, ia mengaku belum kesulitan mendapatkannya. Untuk memperolehnya, dia meminta kepada sanak saudara dan juga tetangganya yang berlangganan koran. Kini, dengan enam pekerja yang membantunya menyelesaikan kerajinan ini,dalam seharinya ia mampu menghasilkan enam buah kerajinan berbagai bentuk dan ukuran, dan siap memenuhi pasar yang masih terbuka lebar (ruhito).

 

Tentang Penulis

Leave A Response