Perang Obor, Tradisi Melawan Keburukan

Ditulis 26 Mar 2014 - 14:22 oleh Yit BNC

Perang obor JeparaJEPARA (BanyumasNews.Com) – Tradisi perang obor di Jepara  berlangsung meriah. Sejak sore hari, ribuan pengunjung memadati perempatan desa Tegalsambi yang menuju Teluk Awur dan kota Jepara, tempat berlangsungnya acara. Tradisi Perang Obor Jepara merupakan tradisi turun temurun sebagai wujud syukur. Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi ,Kapolres Jepara, Anggota DPRD Jepara dan para tamu undangan.

Dalam perang obor, para peserta terdiri dari 30 orang pemuda, saling serang memukulkan obor yang terbuat dari pelepah dan daun kelapa kering yang di dalamnya diisi dengan daun pisang kering. Tahun ini, panitia menyiapkan ratusan obor blarak dan daun pisang sebagai senjata melawan keburukan. Meskipun saling serang, perang Obor justru bertujuan untuk menyalakan kebersamaan sekaligus kerukunan antar warga.

Event tahunan ini juga dimeriahkan dengan pagelaran seni daerah khas Jepara, seperti Emprak, Tari Perang obor dan Wayang Kulit Semalam Suntuk. (BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response