Soal TPA Banjaran, Bupati Minta Dewan Ikut Ngadem-ademi

Ditulis 25 Mar 2014 - 17:14 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
128
Dalam Tag

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto meminta kepada anggota DPRD untuk ikut ngadem-ademi (membuat tenang) persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari. Sukento juga mengaku sudah dua kali berdialog panjang  dengan perwakilan warga soal TPA Banjaran untuk mencari jalan keluar soal protes warga berkaitan dengan TPA.

“Kami meminta dewan (DPRD) ikut ngadem-ademi persoalan TPA Banjaran. Pemkab telah membuat tim untuk mengkaji soal keberadaan TPA tersebut, apakah perlu dipindah atau dilakukan pembenahan lagi dalam pengelolaannya,” kata Bupati Sukento dalam Rapat Paripurna DPRD pembicaraan tahap I Raperda Penanggulangan  Bencana  Alam dan Raperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di gedung DPRD setempat, Selasa (25/3).

Menurut Bupati Sukento, Tim yang dibentuk Pemkab akan bekerja selama 180 hari  untuk melakukan studi kelayakan. Hasilnya nanti apakah TPA Banjaran perlu dipindah atau perlu dibenahi lagi metode pengelolaan sampahnya agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Kalau TPA harus dipindah, Pemkab juga tengah mengkaji lokasi mana yang tepat. “Kalau dikasih sampah, semua orang memang menolak, tapi kalau dikasih uang, pasti tidak ditolak,” katanya.

Sebelumnya Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) melalui juru bicaranya Khodirin meminta kepada Pemkab untuk melakukan pendekatan terhadap warga Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, terkait keberadaan TPA sampah yang ada di desa tersebut. Pemkab diminta melakukan pendekatan persuasif guna mencari solusi terbaik. “Perlu dicari win-win solution untuk mengatasi permasalahan TPA Banjaran,” kata Khodirin.

Diungkapkan Khodirin, salah satu persoalan lingkungan yang mengemuka di Purbalingga saat ini adalah masalah TPA Banjaran. Warga di sana mendesak kepada Pemkab untuk menutup TPA karena dianggap mengganggu lingkungan. Warga beralasan keberadaan TPA menyebabkan  sumber air milik warga menjadi tercemar. “Perlu ada sosialisasi agar warga memahami apa yang telah dilakukan oleh pemkab,” ungkapnya.

Fraksi Partai Golkar (FPG) melalui juru bicaranya Sulistyo Asih juga menanyakan mengenai masalah TPA Banjaran. Sulistyo Asih menyampaikan mengenai upaya apa yang telah dilakukan oleh Pemkab  dalam mengatasi masalah TPA Banjaran.  Jika memang TPA akan dipindah, lokasi mana yang akan dipilih. “Jika tidak dipindah maka solusi apa yang akan diambil. Kami mohon penjelasan,” ujarnya.

Seperti diketahui sudah berulang kali warga  mendesak pihak terkait segera menutup TPA sampah yang ada di desa tersebut. Perwakilan warga juga pernah menemui Ketua DPRD H Tasdi SH MM, Ketua Komisi IV HR Bambang Irawan SH serta sejumlah anggota Komisi IV yang lain.

Kepala Desa (Kades) Banjaran Lintang Salimin mengatakan TPA Banjaran sudah beroperasi sejak 20 tahun yang lalu.  Kondisi itu menyebabkan sumber air milik warga menjadi tercemar. “Warga tidak bisa mendapatkan air bersih dari sumur. Pasalnya air sumur tercemar akibat adanya TPA,” ungkapnya.

Selain pencemaran air, warga juga mengeluhkan pencemaran udara. Pasalnya sampah yang dibuang di TPA tersebut menimbulkan baud an gas yang tidak sedap serta menusuk hidung. Hal itu membawa dampak bagi warga setempat. Sebagian besar warga ikut terserang penyakit, seperti batuk dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Sekda Purbalingga Imam Subijakto mengatakan pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan kajian mengenai keberadaan TPA sampah yang ada di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari. Langkah itu dilakukan menyusul adanya desakan warga setempat yang meminta agar TPA Banjaran ditutup karena dianggap menimbulkan polusi.

Diungkapkan pihaknya tidak terburu-buru menyetujui usulan warga untuk menutup TPA Banjaran.  Ditegaskan  melakukan kajian terlebih dahulu, apakah TPA Banjaran layak ditutup atu tidak. “Tentunya kami tidak akan terburu-buru. Kami akan melakukan kajian terlebih dahulu, terkait kelayakan TPA Banjaran,” ungkapnya.(BNC)

 

 

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. salikun 18/07/2014 pukul 12:58 -

    teknologitpa.blogspot.com

Leave A Response