Purbalingga tawarkan 8 peluang bisnis

Ditulis 16 Jul 2009 - 21:41 oleh Sista BNC

Pemkab Purbalingga (Jateng) melalui Kantor Penanaman Modal (KPM) menawarkan delapan peluang bisnis kepada calon investor. Peluang itu ditawarkan melalui Central Java Investment Bussines Forum (CJIBF) Jateng. CJIBF merupakan forum bisnis yang dibentuk oleh Pemprov bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng.
Delapan peluang investasi itu, masing-masing pabrikasi pakan ternak dengan nilai investasi Rp 2,9 miliar, pabrikasi kecap (Rp 6,9 miliar), pabrikasi garmen (Rp 4,2 miliar). Pabrikasi sepatu (Rp 2,3 miliar, pabrikasi gula kelapa (Rp 2,9 miliar), pabrikasi gula tebu (Rp 10,1 miliar), serta budidaya kelapa kopyor (Rp 85,6 juta) dan budidaya nilam Rp 42,6 juta.
”Delapan peluang bisnis itu menjadi andalan kami untuk mengundang investor ke Purbalingga,” kata Kepala KPM, Drs Budi Susetyono MPA.
Budi Susetyono yang didampingi Kasi Pengkajian Promosi Fasilitasi dan Kerjasama KPM, Gatot Budiraharjo, S.Sos menyebutkan, pihaknya sudah mengirimkan proposal delapan peluang bisnis itu ke CJIBF di Semarang, awal Mei lalu. Saat ini, delapan eksemplar proposal itu masih dalam proses seleksi administratif. Bila dinyatakan lulus seleksi, tim dari CJIBF akan turun ke lapangan mengecek kebenaran proposal yang ditawarkan tersebut.
Ditambahkan, Budi Susetyono, peluang bisnis di Purbalingga benar-benar riil. Pabrik kecap, misalnya. Bahan baku berupa gula kelapa melimpah ruah. Kebijakana pemkab Purbalingga yang pro investasi sangat mendorong penanaman investasi padat karya. Dalam berbagai kesempatan, bupati Triyono Budi Sasongko menjanjikan lahan seluas 4 hektar bagi investor yang mau mendirikan pabrik kecap.Syaratnya, menyerap tenaga kerja dan gula kelapa produksi Purbalingga.
Budi Susetyono mengaku, peluang itu bukannya tanpa kelemahan dan ancaman. Kelemahan pendirian pabrik kecap di Purbalingga, yakni merupakan pabrik baru yang belum dikenal pasar. Sedang ancamannya dari pengusaha pabrik kecap besar yang tentunya tidak akan tinggal diam dan pasti akan mempertahankan pasarnya.
”Masalah lain meliputi pasokan kedelai yang terbatas. Sehingga harga kecap akan berfluktuasi bila pasokan kedelainya tidak stabil,” ujar Budi.(banyumasnews.com/pyt)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. gotro n.r 31/08/2009 pukul 20:57 -

    investasi budidaya nilam apakah full investasi atau semacam modal patungan sehingga nilai Rp.42,6 juta bisa terdiri dari beberapa orang?

Leave A Response