Sulawi, Ketela Raksasa Dari Kalibening

Ditulis 24 Mar 2014 - 23:09 oleh Nanang BNC
KETELA SULAWI : Salah seorang warga Dawuhan didampingi petugas dari Dinas Pertanian menunjukan hasil ketela Sulawi. Tiap satu batang pohon menghasilkan hingga 50 kilogram. (foto ruhito)

KETELA SULAWI : Salah seorang warga Dawuhan
didampingi petugas dari Dinas Pertanian menunjukan hasil ketela
Sulawi. Tiap satu batang pohon menghasilkan hingga 50 kilogram. (foto
ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Produktifitas ketela Sulawi yang dikembangkan warga Desa Dawuhan, Kecamatan Kalibening memang luar biasa. Tiap batang pohon bisa berbuah hingga 50 kilogram (kg), sementara jenis ketela lain yang banyak ditanam petani hanya hanya menghasilkan sekitar 2,5 hingga 5 kg perbatang.

Selain produktifitas banyak, ungkap Winanti Umiatun, tokoh masyarakat desa Dawuhan, rasanya juga enak dikonsumsi. ”Warnanya putih, rasanya buket dan tidak ‘genyeh’,” ungkap dia, Sabtu (22/3).

Menurutnya, nama ketela diambilkan dari penemunya. Beberapa tahun lalu, warganya yang bernama Sulawi tanpa sengaja menemukan ketela ini saat berada di hutan, dan kemudian dibakar. Karena rasanya enak,batang ketela kemudian ditanam diladangnya. Hasilnya ternyata cukup banyak.

Meski belum ada yang membudidayakan secara intensif, namun jenis ketela Sulawi ini banyak ditanam warga. Hampir sebagian masyarakat didesanya menanam di pekarangan rumah untuk keperluan sendiri. ”Ketela ini hanya dipupuk kandang saja,” ungkap dia Disebutkan olehnya, hanya saja jenis ketela Sulawi ini usianya lebih lama. Untuk bisa hasil maksimal ketela Sulawi memerlukan waktu 1,5

tahun, sedangkan usia ketela jenis lain hanya 9 bulan. Namun demikian, ketela Sulawi bisa dipanen pada usia satu tahun. ”Hanya saja hasil tidak sampai maksimal. Namun dari hitungan kami bisa menghasilkan ketela 125 ton per hektar, sedangkan untuk jenis lain hanya 24 hektar¬†per hektar,” katanya (ruhito).

Tentang Penulis

Leave A Response