Kuasai Pasar Lokal, UMKM Purbalingga Rancang Program PLJO

Ditulis 24 Mar 2014 - 18:29 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
192
Dalam Tag

Adi Purwanto dengan produk barunya, Jipinggung (2)PURBALINGGA  (BanyumasNews.Com) – Meski beberapa produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) Purbalingga telah berhasil menembus sejumlah pasar modern di Jakarta, namun di pasaran lokal Purbalingga, produk jajanan kreatif itu masih susah dicari. Padahal Purbalingga sendiri telah menjadi destinasi wisata utama di Jawa Tengah.

“Setelah kita survey, ternyata di sejumlah jalur wisata dan bahkan di lokasi wisata sendiri belum ada branding produk oleh-oleh khas Purbalingga. Belum ada produk lokal yang menguasai. Kebanyakan masih produk pabrikan atau produk luar daerah,” ungkap Kasi Pembinaan dan Pengembangan UMKM pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga, Adi Purwanto, Senin (24/3).

Menyadarai  kondisi tersebut, bersama para pelaku UMKM Dahsyat Purbalingga, pihaknya segera meluncurkan program Produk Lokal Jadi Oleh-Oleh (PLJO). Targetnya adalah para wisatawan tanpa biro perjalanan. Dari survey yang dilakukan, ternyata banyak wisatawan yang datang berwisata di Purbalingga tanpa menggunakan biro perjalanan.

Menurut Adi, di objek-objek wisata utama seperti di Owabong, Sanggaluri Park dan Purbasari Pancuran Mas,  produk-produk luar Purbalingga masih sangat dominan seperti dari Sokaraja, Banyumas, Wonosobo, Magelang, Yogya dan Malang. Bahkan di jalur wisata utamapun mulai dari keluar kota Purbalingga menuju Owabong, Sanggaluri Park sampai Purbasari Pancuran Mas, toko oleh-oleh khas Purbalingga tidak ada.

“Dari sepuluh kios oleh-oleh yang ada di sepanjang jalur wisata Owabong Bojongsari, hanya ada satu – dua kios yang menyediakan produk lokal Purbalingga. Kios yang ada di Owabong, 95  persennya dikuasai produk pabrikan. Pelan – pelan akan kita geser dengan program Produk Lokal Jadi Oleh-Oleh,” jelasnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Waryo, salah seorang pemilik kios oleh-oleh di depan Owabong. Dia mengaku, sebenarnya banyak wisatawan yang mencari produk oleh-oleh khas Purbalingga. Namun karena tak ada produk yang dicari, akhirnya wisatawan membeli oleh-oleh asal luar Purbalinga. “Wisatawan sering menanyakan apa saja oleh-oleh khas Purbalingga yang ada di kios saya,” katanya.

Adi kembali menuturkan, banyak problem yang dihadapi para pelaku UMKM Purbalingga dalam mengisi produk-produknya di toko oleh-oleh  objek wisata Purbalingga. Salah satunya adalah system pembayaran. “Sistem pembayaran menggunakan konsinyasi atau titip jual cukup menjadi hambatan sehingga bagi yang mempunyai modal pas-pasan akan sulit memenuhi kebutuhan produk oleh-oleh khas Purbalingga” katanya.

Menurut Adi, adanya PLJO ini diharapkan  jalur wisata dan di objek-objek wisata di Purbalingga nantinya akan dipenuhi produk-produk lokal asli Purbalingga. Sebagai langkah awal, program PLJO akan menyasar  outlet Dekranasda yang berada di dalam lingkungan wisata Owabong yang dikelola oleh Koperasi Owabong. Termasuk kios-kios di luar depan Owabong.

Selain itu, juga untuk mengisi kios-kios yang ada di sejumlah obyek wisata seperti kios desa wisata Karangbanjar, Sanggaluri Park, Purbasari Pancuran Mas, Goa Lawa dan outlet oleh-oleh Café iwaq dan UKM Qu Sirongge.

“Kios Taman Kota Usman Janatin juga akan kita isi produk oleh-oleh khas Purbalingga. Managemen telah mempersilahkan Paguyuban UMKM untuk mengelola salah satu kios di lokasi wisata hiburan keluarga ini,” tambah Adi yang dibenarkan oleh Ketua Paguyuban UMKM Purbalingga Wage Suratman.

Sebelumnya, Paguyuban UMKM bersama Dinperindagkop sukses menggelar program Gelar Produk Minggu Pagi (GPMP) yang rutin dilaksanakan setiap Minggu pagi di komplek Stadion Goentoer Darjono Purbalingga. Dari program tersebut, para pelaku UMKM menjadi makin bergairah dalam memproduksi dan memasarkan produk-produknya. (BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response