Soal Penolakan TPA Banjaran, FPDIP Minta Pemkab Lakukan Pendekatan

Ditulis 24 Mar 2014 - 18:21 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
56
Dalam Tag

rapat paripurna dprdPURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) meminta kepada Pemkab untuk melakukan pendekatan terhadap warga Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, terkait kisruh keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada di desa tersebut. Pemkab diminta melakukan pendekatan persuasif guna mencari solusi terbaik.

“Perlu dicari win-win solution untuk mengatasi permasalahan TPA Banjaran,” kata Ketua FPDIP, Khodirin saat membacakan pandangan umum fraksi terkait Raperda Penanggulangan Bencana  Alam dan Raperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dalam rapat paripurna DPRD, Senin (24/3).

Diungkapkan Khodirin, salah satu persoalan lingkungan yang mengemuka di Purbalingga saat ini adalah masalah TPA Banjaran. Warga di sana mendesak kepada Pemkab untuk menutup TPA karena dianggap mengganggu lingkungan. Warga beralasan keberadaan TPA menyebabkan  sumber air milik warga menjadi tercemar. “Perlu ada sosialisasi agar warga memahami apa yang telah dilakukan oleh pemkab,” ungkapnya.

Fraksi Partai Golkar (FPG) melalui juru bicaranya Sulistyo Asih juga menanyakan mengenai masalah TPA Banjaran. Sulistyo Asih menyampaikan mengenai upaya apa yang telah dilakukan oleh Pemkab  dalam mengatasi masalah TPA Banjaran.  Jika memang TPA akan dipindah, lokasi mana yang akan dipilih. “Jika tidak dipindah maka solusi apa yang akan diambil. Kami mohon penjelasan,” ujarnya.

Seperti diketahui sudah berulang kali warga  mendesak pihak terkait segera menutup TPA sampah yang ada di desa tersebut.Perwakilan warga juga pernah menemui Ketua DPRD H Tasdi SH MM, Ketua Komisi IV HR Bambang Irawan SH serta sejumlah anggota Komisi IV yang lain. Kepala Desa (Kades) Banjaran Lintang Salimin mengatakan TPA Banjaran sudah beroperasi sejak 20 tahun yang lalu.  Kondisi itu menyebabkan sumber air milik warga menjadi tercemar. “Warga tidak bisa mendapatkan air bersih dari sumur. Pasalnya air sumur tercemar akibat adanya TPA,” ungkapnya.

Selain pencemaran air, warga juga mengeluhkan pencemaran udara. Pasalnya sampah yang dibuang di TPA tersebut menimbulkan baud an gas yang tidak sedap serta menusuk hidung. Hal itu membawa dampak bagi warga setempat. Sebagian besar warga ikut terserang penyakit, seperti batuk dan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

Sekda Purbalingga Imam Subijakto mengatakan pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan kajian mengenai keberadaan TPA sampah yang ada di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari. Langkah itu dilakukan menyusul adanya desakan warga setempat yang meminta agar TPA Banjaran ditutup karena dianggap menimbulkan polusi.

Diungkapkan pihaknya tidak terburu-buru menyetujui usulan warga untuk menutup TPA Banjaran. Ditegaskan  melakukan kajian terlebih dahulu, apakah TPA Banjaran layak ditutup atu tidak. “Tentunya kami tidak akan terburu-buru. Kami akan melakukan kajian terlebih dahulu, terkait kelayakan TPA Banjaran,” ungkapnya.(BNC)

 

 

Tentang Penulis

Leave A Response