Memasuki Masa Panen, Harga Beras di Banyumas Anjlok

Ditulis 21 Mar 2014 - 20:45 oleh Nanang BNC
Ilustrai

Ilustrai

PURWOKERTO (BanyumasNews.Com)- Ironis sekali, disaat wilayah Jateng selatan memasuki masa panen, namun harga beras justru anjlok. Kini harga beras IR-64 kualitas medium pada tingkat penggilingan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang sempat mencapai Rp8.500 per kilogram, saat ini anjlok hingga Rp6.800-Rp7.000.

Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas Agus Purwanto di Purwokerto, mengatakan anjloknya harga beras di tingkat penggilingan itu disebabkan buruknya kualitas gabah dari petani.Ini disebabkan karena petani memanen dini. Mereka khawatir tanaman padinya diserang wereng batang cokelat.

Petani memanen padi 10-15 hari sebelum waktu panen tiba. Akibatnya, kualitas beras menjadi buruk karena ‘broken-nya’ mencapai 30 persen.” Petani terpaksa memanen dini karena mereka tidak ingin kerugian akibat serangan wereng batang cokelat itu semakin besar. Petani harus mengeluarkan biaya ekstra agar tanaman padinya terbebas dari wereng batang cokelat hingga waktu panen tiba,” ujar Agus.

Untuk membeli obat hama wereng batang cokelat dan Rp75 ribu per hari untuk dan mengupah satu orang yang menyemprotkan obat hama tersebut.petani sedikitnya harus mengeluarkan biaya ekstra sebesar Rp150 ribu . Padahal, penyemprotan harus rutin dilakukan hingga waktu panen tiba.

Meskipun harga beras di tingkat penggilingan anjlok,namun banyak mitra kerja Bulog yang belum berani membeli beras dari petani untuk disetorkan ke Bulog karena harganya masih di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yang sebesar Rp6.600 per kilogram.

Tentang Penulis

Leave A Response