Dombat, Kambing Khas Banjarnegara

Ditulis 21 Mar 2014 - 20:33 oleh Nanang BNC
DOMBAT : Salah seorang peternak memperlihatkan domba Batur (foto ruhito).

DOMBAT : Salah seorang peternak memperlihatkan domba Batur (foto ruhito).

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Para peternak Domba Batur (Dombat),Banjarnegara belum memanfaatkan bulunya agar dapat menambah penghasilan mereka. Peternak Dombat belum memiliki alat pemintal untuk memproses bulu domba. Padahal, domba jenis ini banyak dipelihara oleh warga di Kecamatan Batur.

”Bulu dombat belum banyak dimanfaatkan dengan optimal. Padahal, jika potensi bulu dombat dapat dimanfaatkan dapat meningkatkan nilai tambah usaha ternak dombat. sepengetahuan saya harga sekarang di pasaran untuk 1 kg benang pintal wol dombat harganya mencapai Rp 150 ribu per kilogramnya,” ungkap Ketua Kelompok Ternak Mandiri, Desa Batur,Khairul Umam belum lama ini.

Menurut dia, bantuan mesin pemintal bantuan bantuan pemkab pada tahun 2002 kini rusak. Untuk memperbaiki alat tersebut biayanya juga cukup mahal selain itu prosesnya juga sulit karena suku cadangnya harus mendatangkan dari luar negeri.

KANDANG DOMBAT: Beternak domba yang dilakukan warga di Kawasan Dataran Tinggi Dieng dilakukan secara intensif. Sayangnya, mereka belum bisa memanfaatkan bulunya (foto ruhito).

KANDANG DOMBAT: Beternak domba yang dilakukan warga di Kawasan Dataran
Tinggi Dieng dilakukan secara intensif. Sayangnya, mereka belum bisa
memanfaatkan bulunya (foto ruhito).

Di sisi lain, operasional produksi alat pemintal manual juga cukup memakan waktu dan tidak sepadan dengan waktu kerjanya. Pemanfaatan bulu dombat selama ini digunakan untuk pengganti kapas yang digunakan untuk membuat kasur, bantal, dan kerajinan yang nilai ekonomisnya sangat rendah.

Karena itu, Ia berharap pemerintah segera mengupayakan adanya bantuan mesin pemintal yang sangat bermanfaat bagi peternak. ”Setiap orang dengan bantuan alat tersebut satu hari hanya mampu menghasilkan 1 ons benang pintal. Selain itu bila dibuat dengan alat pemintal manual harga per kilogramnya turun berkisar pada kisaran Rp 100 ribu per kg,” katanya.

Petugas Ternak Kecamatan Batur, Mishad mengatakan, jumlah populasi dombat di Kecamatan Batur, Wanayasa, Pejawaran dan Pagentan sekitar 55 ribu ekor. Jumlah domba itu dapat menghasilkan 4 kwintal produksi bulu domba. ”Untuk masalah pemasaran tidak perlu dikhawatirkan sebab sampai saat ini pun banyak pedagang yang datang kerap menanyakan produk benang wol ini. Mereka datang dari pekalongan, Yogyakarta dan Bandung. Kualitas bulu dombat juga sangat baik,” katanya (ruhito).

 

Tentang Penulis

Leave A Response