Pesawat Interkom Komunikasi Resmi Warga Susukan

Ditulis 21 Mar 2014 - 19:58 oleh Nanang BNC
INTERKOM : Kepala Dusun Dares, Sirun sedang menggunakan interkom untuk berkomunikasi dengan warganya (foto ruhito)

INTERKOM : Kepala Dusun Dares, Sirun sedang
menggunakan interkom untuk berkomunikasi dengan warganya (foto ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Meski hand phone (HP) sudah menjangkau semua lapisan masyarakat, Pemerintahan Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara masih menggunakan interkom sebagai alat komunikasi ‘resmi’. Pasalnya, sebagai desa besar dengan kondisi alam perbukitan, interkom dinilai paling efektif dan ekonomis dalam menyampaikan infomasi kepada masyarakat.

Kades Gumelem Kulon, Arif Mahbud mengatakan, desa yang dipimpinnya merupakan salah satu desa besar di Banjarnegara. Sebagaian besar geografisnya adalah pegunungan dan jarak permukiman antar dusun sangat jauh. Sebab, dipisahkan bukit dan hutan. Jalan pun sebagian besar masih sulit dilalui kendaraan roda empat. Sarana tranportasi satu-satunya yang bisa menjangkau dusun-dusun terpencil itu hanyalahojek. Tentu dengan risiko besar, terjun ke jurang sedalam puluhan meter. Sekali tarikan ongkos ojek Rp 15.000/orang.

”Meski saat ini jamannya HP, untuk memudahkan komunikasi setiap warga disarankan mempunyai perangkat interkom. Karena tidak semua wilayah terdapat sinyal HP. Setiap ketua RT dan RW diwajibkan memiliki peralatan itu dan harus terus memantau. Untuk mengumpulkan warga atau menyampaikan informasi bersifat segera pemerintah desa kami menggunakan interkom,” katanya, Kamis (20/3).

Keberadaan interkom sendiri bermula dari sarana hiburan sekitar tahun 1987. Warga secara swadaya membeli peralatan seperti kabel dan pesawat. Lama-kelamaan kabel jaringan antardusun disambungkan, sehingga jaringan makin luas. Karena pemakai interkom makin banyak maka dibuat perkumpulan dengan nama Paguyuban Radio Celuk Bina Suara.

Sirun, Kepala Dusun Dares, Desa Gumelem yang juga menjadi Sekretaris Paguyuban Radio Celuk mengatakan, adanya interkom cukup membantu dalam bertukar informasi secara efektif. Saat ini di desanya ada 120 unit interkom. Biaya satu unit hanya Rp 250.000. Karena bermanfaat besar lambat laun, banyak warga desa itu yang merakit sendiri. Tak heran jika sepanjang jalan setapak ke setiap dusun, puluhan kabel interkom berjuntai di atas dahan pohon.

”Jika terjadi bencana tanah longsor, kami langsung mengontak warga untuk waspada dan bersiap-siap menyelamatkan diri, terutama mereka yang berada di lereng bukit. Keesokharinya kami pun kembali mengandalkan interkom untuk mengerahkan warga bekerja bakti membuang tanah yang menimbun jalan akibat longsor,” ungkap Sirun (ruhito).

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. handi 22/11/2016 pukul 22:56 -

    apakah interkom masih digunakan sampe sekarang?

Leave A Response