Sentra Keramik Klampok Kesulitan Tenaga Terampil

Ditulis 20 Mar 2014 - 18:52 oleh Nanang BNC
KERAMIK: Salah seorang pekerja di sentra keramik Klampok, Banjarnegara tengah menyortir teko sebelum dikirim ke luar daerah. (foto ruhito)

KERAMIK: Salah seorang pekerja di sentra keramik Klampok,
Banjarnegara tengah menyortir teko sebelum dikirim ke luar daerah.
(foto ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Kerajinan keramik khas Klampok,Banjarnegara mengalami kekurangan tenaga ahli. Kondisi ini membuat jumlah usaha di sentra keramik yang berada di Kecamatan Purworejo Klampok menurun. Setidaknya, saat ini hanya tersisa 11 yang masih bertahan dari 24 orang sebelumnya.

”Tenaga terampil untuk ‘putar’ (pencetakan-red) saat ini sedikit. Yang dikuatirkan saya adalah generasi terakhir. Banyak generasi muda yang enggan terjun ke sini. Kami sudah beberapa kali mengajari anak muda namun meraka mundur dan memilih merantau ke Jakarta,” ungkap Budi Riyanto, pemilik usaha Keramik Teco Arco.

Keramik itu selain aspek bisnis juga ada nilai seninya. Tak semua generasi muda memiliki sentuhan seni. Selain itu, banyak tenaga kerja di perusahaan-perusahaan keramik yang keluar, memilih bekerja di kota atau ke luar negeri dengan gaji yang lebih besar. Industri keramik pun kehilangan banyak tenaga terampil.

Untuk menyiasati itu, lanjut Budi Riyanto, pencetakan dilakukan dengan cara casting. Hanya saja, cara ini memerlukan modal yang lebih besar. Karena selain harus memiliki alat casting yang banyak, bahan baku tanah harus berkualitas baik. Selain itu, juga diperlukan tambahan campuran pada tanah lempung yang akan dicetak.

DIBAKAR: Beberapa pekerja di sentra keramik Klampok, Banjarnegara sedang memasukan keramik ke tungku pembakar. (foto ruhito)

DIBAKAR: Beberapa pekerja di sentra keramik Klampok, Banjarnegara
sedang memasukan keramik ke tungku pembakar. (foto ruhito)

”Bahan baku tanah yang bagus didatangkan dari Kebumen ataupun Wonosobo. Itupun masih diperlukan campuran pasir kwarsa dan waterglaas sebelum dicetak,” kata dia.

Karena itu, untuk mengantisipasi momen-momen tertentu, misalnya ketika Lebaran pihaknya lebih memilih mempersiapkan lebih awal. ”Lonjakan permintaan keramik salah satunya terjadi saat Lebaran. Kami biasanya menyimpan stok,” kata dia. (ruhito)

Tentang Penulis

Leave A Response