Puluhan PLTS di Purwonegoro Dibiarkan Rusak

Ditulis 19 Mar 2014 - 20:29 oleh Nanang BNC
PLTS KALIGARU : Salah seorang warga Dukuh Kaligaru, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwonegoro tengah mengamati panel penyerap panas matahari PLTS yang rusak. (foto Ruhito)

PLTS KALIGARU : Salah seorang warga Dukuh
Kaligaru, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwonegoro tengah mengamati
panel penyerap panas matahari PLTS yang rusak. (foto Ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Kepala keluarga (KK) penerima bantuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dari Kementrian Daerah Tertinggal di Dukuh Kaligaru, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara mengalami kesulitan mendapatkan ‘spare part’ peralatan¬†listrik jika mengalami kerusakan. Akibatnya, banyak PLTS yang sudah tidak difungsikan oleh warga.

”Banyak penerima bantuan PLTS yang bingung untuk memperbaiki jika mengalami kerusakan. Karena, ondrdilnya tidak dijual di toko umum. Mereka terpaksa membiarkan saja. Dari jumlah 100 KK yang menerima bantuan PLTS, ada sekitar 25 paket yang tidak dapat difungsikan. Peralatan yang rusak kebanyak adalah BCR (alat pengatur listrik) dan box lampu,” ungkap Munarso, Ketua RT 6/I Dukuh Kaligaru, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwonegoro.

Menurut Munarso, warga Kaligaru menggunakan PLTS sejak tiga tahun lalu. Adapun jumlah KK penerima paket PLTS sebanyak 100. Tiap paket terdiri panel penyerap panas matahari, accu, tiga lampu dan pengatur listrik tenaga surya (BCR). Masing-masing PLTS menghasilkan listrik 50 watt. PLTS ini hanya untuk lampu, bukan untuk peralatan elektronik seperti TV, tape maupun setrika.

Terkait dengan kerusakan alat, kata dia, pihaknya sudah pernah melaporkan kepada pemerintah kabupaten. Namun demikian, meski pemkab berjanji akan mengupayakan pengadaan alat namun hingga kini belum ada kepastiannya. ”Kendala ini sudah saya sampaikan kepada petugas PSDA

ESDM kabupaten saat ada pertemuan di balai besa. Mestinya, setelah ada program bantuan alat ini perlu ada tindak lanjut berupa peralatan. Warga tentu saja bersedia membeli karena PLTS ini sangat membantu penerangan di sini,” kata dia.

Kepala Dinas PSDA dan ESDM Kabupaten Banjarnegara, Doni Sutrisno membenarkan adanya keluhan penerima bantuan PLTS. Menurut Doni Sutrisno, spare part listrik PLTS memang tidak dijual di toko-toko umum, namun harus memesan ke pabrik. Pihaknya akan mengupayakan agar ratusan dusun terpencil yang belum terjangkau listrik PLN dapat menerima program bantuan ini. (Ruhito)

Tentang Penulis

Leave A Response