Guru Dituntut Menguasai Bahasa yang Benar

Ditulis 17 Mar 2014 - 17:34 oleh Yit BNC

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Pardi Suratno mengatakan, selama ini, jika ada guru yang tidak bisa menulis karya ilmiah, maka bisa dikatakan penguasaan berbahasanya kurang.

“Padahal karya ilmiah pada dasarnya adalah bentuk dari kemahiran dalam penguasaan bahasa. Jika penguasaan bahasa lebih, guru akan punya inisiatif untuk menulis,” katanya dalam acara Peningkatan Kemampuan Menulis Guru SD Kabupaten Purbalingga, Senin (17/3).

Dengan pelatihan menulis, Pardi berharap, dapat mendorong guru agar memiliki insiatif menulis karya ilmiah. Sebab dalam Kurikulum 2013, guru harus bisa menulis karya ilmiah.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Purbalingga, Tri Gunawan mengatakan, pihaknya menyambut positif kegiatan pelatihan dalam rangka meningkatkan kemampuan para guru di Purbalingga.

“Bahkan jika bisa, tidak hanya guru saja, tapi juga para PNS yang ada di lingkungan Pemkab Purbalingga. Sebab selama ini, sebagian besar dari mereka banyak yang salah dalam berbahasa. Misalnya saja pada surat dinas,” katanya.

Pelatihan tersebut digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Mrebet di Aula KPRI Mekar, Kecamatan Mrebet. Pelatihan digelar selama tiga hari, Senin-Rabu (17-19/3).

Kepala K3S Kecamatan Mrebet, Siswanto mengatakan, peserta sebanyak 60 kepala sekolah SD dan guru dari Kecamatan Mrebet, Bojongsari, Bobotsari, Karangreja, Karangjambu, Karanganyar dan Kertanegara.

Adapun materi yang diberikan berupa Teknik Penulisan Karya Ilmiah oleh Suryo Handono, Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurbakan oleh Enita Istriwati dan Kalimat Paragraf oleh Dwi Atmawati. Pemateri didatangkan dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. (BNC)

 

Tentang Penulis

Leave A Response