Banyak anak terbelakang mental di Cilongok yang putus sekolah

Ditulis 16 Jul 2009 - 21:38 oleh Sista BNC

Anak usia produktif yang mempunyai gangguan dalam tubuh kembang di Kecamatan Cilongok jumlahnya cukup banyak. Bahkan, dari jumlah itu sebagian anak terpaksa kena drop out karena tidak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah.
Mensikapi hal tersebut, aparat Kecamatan Cilongok dalam waktu dekat ini akan mendirikan program pendidikan berbasis terapi, untuk siswa sekolah dasar. Pendidikan ini rencananya akan ditempatkan di sekolah-sekolah reguler atau fasilitas desa setempat. “Nantinya setiap desa akan memiliki kelas khusus,” kata Camat Cilongok Fatikul Iksan, hari ini.
Dia menjelaskan, sekolah terapi ini untuk mengangani anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang. Seperti, keterbelakangan mental, perilaku anak, anak sulit belajar, dan masih banyak yang lainnya.
Lama proses pembelajaran pendidikan khusus ini, menurut Fatikul, tergantung pada berat ringannya kasus. “Tapi dimungkinkan paling lama sampai satu tahun. Yang pasti kami akan memberikan materi sampai siswa itu memiliki usia kemampuan yang sebenarnya,” ujar dia.
Ia menambahkan, alternatif ini untuk menekan siswa masuk ke SLB. “Kami ingin siswa itu bisa tumbuh normal, mampu mengikuti pelajaran dan bersosialisasi dengan teman-teman sebaya yang berada di sekolah,” katanya.
Sebagai langkah awal, kata dia, kecamatan telah menggandeng UPK Cilongok dan desa. Mereka diminta untuk menginventarisir anak-anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang.
Mereka adalah, anak yang masih duduk di bangku sekolah, putus sekolah, maupun anak yang sama sekali belum pernah disekolahkan.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan tenaga pengajar khusus. “Kami sudah meyiapkan guru khusus, yang menggabungkan antara pelajaran terapi (medis) dengan pelajaran reguler,” terangnya.
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, Fatikul mengharapkan, ada relawan yang mau menjadi terapis disamping guru-guru SD. Sebab, penanangan gangguan tumbuh kembang anak ini menjadi tanggungjawab bersama.
“Kami harap semua elemen masyarkat turut serta dalam menangani gangguan tumbuh kembang anak, agar pendidikan makin maju,” ucapnya.(banyumasnews.com/n-1)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Mr Banyumas 25/07/2009 pukul 08:34 -

    Sudah dikirim ya…

  2. susanto 22/07/2009 pukul 17:35 -

    Pak redaktur, kalau aku ingin kirim tulisan ke banyumasnews. emailnya apa?
    balasannya ke emailku saja.
    maturnuwun

Leave A Response