Pemkab Banjarnegara Perketat Izin Pertambangan

Ditulis 16 Mar 2014 - 20:23 oleh Nanang BNC
PENAMBANGAN: Sebuah alat besar berupa back hotengah melakukan penambangan pasir putih di Desa Kalitengah, Kecamatan Purwonegoro. Dari lokasi ini pasir kemudian dibawa ke depo/terminal yang ada di Desa Merden. (foto Ruhito)

PENAMBANGAN: Sebuah alat besar berupa back hotengah melakukan
penambangan pasir putih di Desa Kalitengah, Kecamatan Purwonegoro.
Dari lokasi ini pasir kemudian dibawa ke depo/terminal yang ada di Desa Merden. (foto Ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Pemkab Banjarnegara akan perketat perizinan pertambangan. Namun, izin akan diberikan apabila aktivitas pertambangan tidak berisiko tinggi terhadap lingkungan dan infrastruktur.

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Banjarnegara, Nurul Aini kepada wartawan mengatakan, beberapa kasus gejolak masyarakat di wilayah pertambangan yang muncul akhir-akhir ini terjadi karena warga merasa dirugikan akibat rusaknya infrastruktur. “Karena itu, kami akan lebih ketat lagi dalam mengeluarkan izin pertambangan,” katanya.

Menurutnya, untuk izin pertambangan golongan C, akan diberikan jika akses jalan untuk pengangkutan sudah mendukung. Dengan demikian, lalu lintas kendaraan pengangkut material tambang tidak merusak jalan.

”Ini akan menjadi perhatian kami agar masyarakat bisa tetap ikut menikmati infrastruktur jalan yang memadai,” katanya.

Sejumlah warga yang mengeluhkan adanya aktifitas pertambangan diantaranya adalah warga Desa Merden, Kecamatan Purwonegoro dan Kemiri, Kecamatan Wanadadi. Warga Merden mengeluhkan keberadaan terminal (depo) pasir putih di diwilayahnya karena, selain menimbulkan polusi udara, juga membuat rawan kecelakaan lalu lintas.

”Banyak warga yang memutar agar tidak melewati kawasan terminal jika ibukota kecamatan maupun kabupaten. Karena, jalan di depan terminal becek seperti sawah ketika usai diguyur hujan, dan berdebu ketika tidak hujan. Kondisi itu diperparah dengan banyak lubang jalan,” ungkap Marjiwan, warga Merden.

PARKIR GANGGU LALU LINTAS: Posisi parkir truk pengangkut pasir putih di depo Desa Merden Kecamatan Purwonegoro Kabupaten Banjarnegara dikeluhkan pengguna jalan (foto:ruhito)

PARKIR GANGGU LALU LINTAS: Posisi parkir truk pengangkut pasir putih di depo Desa
Merden Kecamatan Purwonegoro Kabupaten Banjarnegara dikeluhkan
pengguna jalan (foto:ruhito)

Selain itu, meski lokasinya berada di tengah areal pesawahan namun polusi udara seringkali dirasakan hingga pemukiman penduduk, terutama saat musim kemarau. Debu pasir putih yang terbawa angin sering menempel pada pakaian saat dijemur sehingga gatal ketika dipakai.

Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno mengatakan, pendapatan daerah dari sektor pertambangan rata-rata Rp 350 juta per tahun. Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan kerusakan jalan yang dilalui kendaraan pengangkut hasil tambang. ”Padahal, kami terus berupaya untuk memperbaiki jalan,” kata Wabup. (Ruhito)

 

Tentang Penulis

Leave A Response