Pemutaran Film di Purbalingga Sukses, Sineas Diajak Lebih Dewasa

Ditulis 31 Des 2009 - 22:28 oleh Banyumas1
Dluar dugaan, penonton pemutaran film membludak (foto:tgr/BNC)

Diluar dugaan, penonton pemutaran film membludak (foto:tgr/BNC)Warga terhibur dengan film film karya para sineas Purbalingga (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA – Pekerja seni dari Banyumas yang juga mantan Ketua Panitia Festival Film Banyumas (FFB) Komunitas Jurnalis Televisi dan Photografi (KJTP) Nanang Anna Noor menyatakan, pihaknya tidak menyangka jika Pemkab Purbalingga sangat peduli dengan sineas lokal. Tidak Seperti anggapan yang selama ini menuduh jika Pemkab menghalang-halangi pekerja sineas.

“Saya tidak menyangka ternyata Pemkab Purbalingga sangat peduli dengan para sineas lokal. Terbukti kita diberi ruang  sangat bebas untuk mengekspresikan karya kita. Ternyata kita harus dewasa menjadi seniman,” kata Nanang Anna Noor, Kamis (31/12).

Pemkab memberikan keleluasaan warga untuk berkarya dan memutar film mereka (foto:tgr/BNC)

Pemkab memberikan keleluasaan warga untuk berkarya dan memutar film mereka (foto:tgr/BNC)

KJTP sebagai komunitas yang berada  dibawah payung organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyumas sangat peduli dengan kegiatan sinema tersebut. Karenanya akan selalu mendukung upaya pengembangan perfilman di Banyumas dan sekitarnya.

Pernyataan Nanang mengomentari suksesnya pemutaran film-film lokal produksi sineas Purbalingga dan Banyumas di Operation Room Graha Adiguna, Rabu (30/12) malam. Pemutaran film itu sendiri digelar oleh panitia Gelar Budaya – Wisata dalam rangkaian peringatan hari jadi Purbalingga ke-179.

Senada dengan Nanang Anna Noor, sineas lokal Purbalingga Bayu Prabandaru juga menyatakan hal yang sama. Selama ini pihaknya sangat didukung oleh Pemkab Purbalingga dan lembaga lainnya dalam hal pembuatan film dan ruang untuk mengekpresikannya.

”Saya rasa jika ada pihak-pihak yang tidak senang dengan kegiatan pemutaran film lokal oleh Pemkab, itu merupakan hal yang wajar dalam heterogenitas mengekpresikan pendapat seseorang. Masyarakat yang pada akhirnya menikmati seni film sudah lebih cerdas memilah-milah mana perlu ditonton dan mana yang tidaki,” ujar Bayu yang juga pemilik rumah produksi Cinema Verite.

Sementara itu, pemutaran film yang ditarget pengunjung 150 orang sesuai dengan kapasitas ruang Graha Adiguna ternyata penontonnya lebih banyak. Bahkan, penonton ada yang terpaksa berdiri dan duduk di lantai. Sejumlah film yang diputar diputar antara lain ’Wirang’, ’Ubed’ (produksi Cinema Verite), ’Baju Buat Kakek’ dan ’Sang Patriot’ keduanya karya siswa-siswi SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol. Kemudian film ’Kenapa Syaeful’ karya Bikin Film Production (sumbangan panitia FFB KJTV Banyumas).

Pembina seni film SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol Aris Prasetyo menyatakan, pihaknya merasa bangga karena karya anak didiknya bisa ditonton oleh penggemar film Purbalingga. Aris menambahkan, untuk film ’Baju Buat Kakek’ berhasil meraih 4 penghargaan sekaligus pada Festival Film Anak (FFA) di Solo, an merebut tiga kategori penghargaan pada FFA di Medan bulan November lalu. Sementara, film ’Sang Patriot’ meraih juara Harapan I pada FFA di Solo. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. roy 01/01/2010 pukul 08:53 -

    hebat dan salut untuk Pemkab Purbalingga… Sungguh membanggakan memiliki pejabat-2 di dinas yang mendorong kreatifitas dengan memberi tempat yang layak. semoga dapat menjadi inspirasi pemkab lainnta.

Leave A Response