Desa’Inggris’ Limbasari Latih Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa SD

Ditulis 14 Mar 2014 - 18:46 oleh Yit BNC

PURBALINGGA (BanyumasNews.com) – Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Patra Wisa Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, menggelar ujicoba program ‘3 In 1 Method For English Excellent Speaking. Program itu akan dijalankan selama satu tahun di Sekolah Dasar (SD) I Limbasari. Pembelajaran Bahasa Inggris menjadi salah satu unggulan Pokdarwis ini, selain wahana tubing dan kerajinan batik tulis.

Penanggungjawab Desa Inggris, Ismuadi mengatakan, program ini telah diterapkan dengan baik pada lembaga pendidikan non formal dan kali ini akan diujicoba pada pendidikan formal di sekolah dasar. “Pembelajaran program ini akan dimulai Sabtu (15/3) hingga bulan April tahun 2015 mendatang,” kata Ismuadi, Jum’at (14/3).

Dikatakan Ismuadi, program ujicoba ini untuk mengetahui pendekatan terbaik metode ini pada lembaga pendidikan formal sehingga jika hasilnya baik, diharapkan mampu menarik minat pelaku pendidikan untuk berkunjung dan belajar bahasa Inggris di Limbasari. “Kami yakin metode ini akan bisa berhasil dan bisa diterapkan pada sekolah-sekolah lain di Purbalingga dan Jawa Tengah,” kata Ismuadi.

Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora (Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, Desa Inggris Limbasari selama ini sering dikunjungi  tamu yang ingin belajar bahasa Inggris. Para wisatawan khususnya pelajar sudah mulai melirik mengisi liburan dengan belajar bahasa Inggris di desa ini. Mereka membandingkan pembelajaran bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare Kediri dengan pembelajaran di Desa Limbasari. Ternyata sejumlah sekolah di Jatim dan Lampung sudah berdatangan ke Limbasari hanya untuk sekedar bahasa Inggris.

“Pembelajaran bahasa Inggris di desa wisata ini menjadi salah satu daya tarik kuat disamping keindanhan alam, wahana tubing, dan kampung batik. Pada tahun ini, pengembangan desa ini juga didukung melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Pariwisata dari Kementerian pariwisata Ekonomi Kreatif,” kata Prayitno. (BNC)

 

Tentang Penulis

Leave A Response