Terserang tumor,jutaan pohon albasia di Pekuncen terancam mati

Ditulis 16 Jul 2009 - 21:37 oleh Sista BNC

Menyusul penyakit karat tumor dan ulat kantong kian mengganas akhir-akhir ini. Jutaan pohon albasia di Kecamatan Pekuncen terancam mati.. Petani cukup kewalahan mengendalikan penyakit tersebut karena penyakit ini terbilang baru.
PPL Dinhutbun Kecamatan Pekuncen Kusriyadi Kamis (16/07) menuturkan, penyerangan penyakit karat tumor dan ulat kantong di kecamatan ini sudah paling parah. Petani masih belum bisa mengendalikan penyakit ini karena penyakit ini pertama kali menyerang di perkebunan Banyumas.
“Dari analisa di lapangan populasi tanaman yang sudah terserang jumlahnya mencapai jutaan tanaman albasia. Penyakit ini menyerang tanaman usia muda dan tua,” ungkapnya.
Wabah karat tumor ini termasuk tren baru yang menyerang tanaman albasia, setelah hama ulat kantong. Penyakit karat tumor, petani harus mengamputasi batang atau cabang sejak dini sebelum penyakit tersebut menyebar dan mengurangi nilai jual kayu dari pohon alsbasia.
Kusriyadi menjelaskan, karat tumor merupakan penyakit yang menyerang Albasia baik di persemaian atau pohon di lapangan. Penyakit ini disebabkan oleh jamur karat yang ciri-cirinya membuat batang cabang pohon bengkak dan menyebabkan daun menguning dan rontok.
Tumor yang mengandung jutaan spora bisa menyebar dengan bantuan angin dan percikan air. “Apalagi sekarang angin meniup cukup kencang, sehingga mempercepat penyebaran penyakit tersebut,” jelasnya.
Kusriyadi mengatakan, mensikapi penyakit ini diharapkan petani harus menggunakan pengisida jenis Dithane. Penggunaan pengisida itu disemprotkan ke tumbuhan yang terkena penyakit karat tumor. “Paling efektif harus dilakukan penyemprotan ke daun yang terkena penyakit. Kalau parah dilakukan satu minggu sekali, sedangkan jika ringan satu bulan,” tambahnya.
Sedangkan mengatasi hama ulat kantong, lanjutnya, petani harus melakukan kondomisasi (memasukan racun keakar tanaman), dan injeksi (menyuntikan racun ke tanaman). Penerapan ini juga harus diimbangi dengan pemupukan berimbang agar tanaman kebal penyakit,” katanya diamini PPL lain.
Meski demikian, kesulitan petani menangani penyakit tumor karat tidak lain, karena penyerangan ini tidak hanya menyerang pada tanaman muda, melainkan tanaman yang sudah tumbuh dewasa pun ikut terserang.
Sejumlah petani mengaku, lahan tanaman pohon albasia di wilayahnya yang terjangkiti karat tumor sudah parah.. Petani kawatir setelah menunggu lama, kini ancaman tidak bisa panen cukup besar. Sebab sebagian besar pohon albasia mereka hampir semuanya tumbuh tumor batangnya bengkak-bengkak.
“Saya kesulitan memberantas penyakit ini,” kata Tarman salah satu Petani di Kecamatan Pekuncen. Dia menambahkan, upaya petani untuk meminimalkan kerugian memanen albasia lebih dini. “Dari pada tanaman mati, mending saya tebang, dan dijual ke pedagang kayu,” ujar dia. (banyumasnews.com/pjl)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. budiyono 16/06/2013 pukul 05:11 -

    batang kayu albasia jadi putih seperti ditaburi bedak, ap nama penyakitnya dan bagaimana cara mengatasinya

  2. ardha 12/08/2010 pukul 11:45 -

    ayo tanam jabon
    sedia :
    biji jabon,benih jabon,bibit jabon semaian,siap tanam

  3. ardha 12/10/2009 pukul 14:00 -

    prospek Bisnis Budidaya Tanaman Jabon swebagai pengganti sengon

    Kebutuhan kayu untuk pasar global pada tahun 2001 saja mengalami kekurangan dunia yang semakin meningkat tajam sementara pada saat yang bersamaan terjadi proses penyempitan kawasan hutan. Kenyataan tersebut telah membuka pasar yang lebar bagi siapapun yang melakukan investasi dalam bidang perkayuan ini.

    Kawasan hutan tropika mengalami kerusakan yang cukup parah. Penebangan tanpa diimbangi dengan upaya regenerasi serius menjadi penyebab utama masalah ini. Kerusakan hutan di kawasan tropika meningkat suhu bumi dan menipisnya kadar oksigen bumi. Kenyataan tersebut telah ikut mendorong organisasi international perkayuan (ITTO) untuk ikut serta menentukan masa depan perdagangan kayu tropika. Organisasi ITTO telah mengumumkan beberapa langkah untuk melindungi hutan tropika yang telah dilaksanakan mulai tahun 2002. menjelang abad yang mendatang, ITTO menggunakan syarat bahwa kayu-kayu tropika tidak boleh diekspor kecuali kayu tersebut merupakan hasil pengolahan. Oleh karena itu sangat diperlukan program pembudidayaan kayu secara komersial untuk menghasilkan kayu bermutu dengan nilai yang lebih tinggi.

    Dibandingkan dengan jenis-jenis kayu yang lain, kayu jabon merupakan jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat, berbatang silinders dan lurus, kayunya berwarna putih kekuningan tanpa terlihat serat, yang sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis maupun kayu gergajian.

    Jabon (Antocephalus Codamba) Merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada :
    Ketinggihan (10-2000m dpl), Curah hujan (1250-3000m/th), Perkiraan suhu (100 C – 400 C), Kondisi tanah dengan PH (4,5 – 7,5)

    Keunggulan Jabon (Antocephalus Cadamba)
    Jabon memiliki beberapa keunggulan di bandingkan dengan tanaman kayu rimba lainnya. Selain daya tumbuhnya yang sangat cepat, tingkat kelurusannya juga tinggi, berbatang silinder dan cabang yang ada pada masa pertumbuhan akan rontok dengan sendirinya ketika pohon meninggi. Sifat ini menguntungkan karena tidak memerlukan pemangkasan. Kayunya berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat serat sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis (playwood), mebeler, bahan bangunan non kontruksi, maupun kayu gergajian, tanaman Jabon menpunyai usai optimal berkisar 12 tahun tetapi pada usia 6 – 8 tahun sudah dapat di tebang (? 30 up).

    Penanaman dan Perawatan : Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya

    Pemasaran : Karena jenisnya yang berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat seratnya, sangat dibutuhkan pada industri kayu lapis (playeood).meubelair dan bahan bangunan non kontruksi, sehingga dalam pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan kami telah melakukan kerjasama dengan industri kayu lapis yang siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.

    Nilai ekonomi : Budidaya tanaman jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar, dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman jabon setelah dipanen pada usia 8-10 tahun dengan asumsi harga terendah dan batang terkecil, pada setiap batang jabon diperoleh

    Tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12 m
    Diameter batang rata-rata
    maka tiap batang pohon jabon menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000,- Jadi harga 1 batang pohon jabon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000

    Harga kayu jabon perkubik pada tahun 2009 :
    1.middle 30-39 Rp 1.000.000
    2.middle 40-49 Rp 1.100.000
    3.middle 50 up Rp 1.200.000

    Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan / permintaan yang tinggi, sedangkan penyediaan kayunya semakin terbatas. Dalam 1Ha lahan tanaman jabon yang bisa ditanam sebanyak 500 batang dengan jarak 4×5 m
    hub ardha p,081328519551 jabon-kendal.blogspot.com

Leave A Response