Puluhan Tahun Warga Sidengok Manfaatkan Gas Alam

Ditulis 12 Mar 2014 - 19:41 oleh Nanang BNC
GAS ALAM: Warga Sidengok menunjukan gas alam yang keluar dari bumi yang belum dimanfaatkan warga. (foto Ruhito)

GAS ALAM: Warga Sidengok menunjukan gas alam yang keluar dari
bumi yang belum dimanfaatkan warga. (foto Ruhito)

BANJARNEGERA (BanyumasNews.Com) – Desa Sidengok, Kecamatan Pejawaran,Banjarnegara memliki potensi kekayaan yang melimpah. Selain kesuburan tanah, desa yang berada di dataran tinggi Dieng juga memiliki kandungan gas alam. Meski kandungan gas alam belum diukur, namun warga setempat sudah bisa memanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

Tokoh masyarakat Sidengok Sutrisno mengatakan, warga di Dusun
Pancasan dan Kubang sudah memanfaatkan gas alam sejak puluhan tahun lalu. Dari 80 KK yang ada di Dusun Pancasan, 45 KK sudah memanfaatkan gas alam. Sumur yang mengeluarkan gas tersebut adalah bekas galian sumur warga untuk air minum namun dibiarkan karena tidak mengeluarkan air. Adanya sumur tersebut membuat warga tidak lagi menggunakan kayu bakar ataupun minyak tanah untuk memasak.

Dari pantuan BanyumasNews.Com di salah satu sumur yang berkedalaman sekitar 12 meter dengan diameter 80 centimeter berada di halaman rumah warga. Gas yang keluar disalurkan melalui 10 buah paralon diameter 1 inchi. Adapun pembagian ke tungku warga menggunakan pipa 1/2 inchi dengan sistem kran.

BELUM DIMANFAATKAN: Sayangnya gas alam ini belum bisa dimanfaatkan dan perlu keterlibatan pemerintah untuk memfasilitasinya (foto:Ruhito)

BELUM DIMANFAATKAN: Sayangnya gas alam ini belum bisa dimanfaatkan dan perlu keterlibatan pemerintah untuk memfasilitasinya (foto:Ruhito)

Nyi Soli (35), salah seorang pemakai gas alam ini mengatakan, untuk bisa menikmati gas alam ia mengeluarkan modal sekitar Rp 500 ribu. ”Untuk beli paralon habis Rp 300, sedangkan untuk sewa kepada yang punya lahan Rp 200 ribu untuk selamanya,” ujar dia.
Selain digunakan untuk memasak, ia juga memanfaatkan gas untuk
mengeringkan pakaian. Selama memanfaatkan belum pernah mengalami kendala karena keluarnya gas stabil. Bahkan, kalau curah hujan tinggi, gas yang keluar lebih banyak. ”Api yang keluar sama seperti kompor
gas, warna apinya biru dan tidak ‘nglanges’,” katanya.

Data di Bagian Perekonomian Setda Banjarnegara, setidaknya ada enam lokasi yang terindikasi memiliki potensi gas alam. Ke-enam potensi tersebut ada di Dusun Plunjaran Desa Majasri Kecamatan Pagentan (1 lokasi), Dusun Pancasan Desa Sidengok Kecamatan Pejawaran (2 ), Dusun Kubang Desa Sidengok Pejawaran (1lokasi), Dusun Tempuran Desa Sijenggung Banjarmangu (1), Desa Pagerpelah Karangkobar (1). (Ruhito)
Tentang Penulis

Leave A Response