Gunung Slamet Waspada, Warga Diimbau Tetap Tenang

Ditulis 11 Mar 2014 - 09:42 oleh Joko Pujakesuma

aktifitas gunung slamet seninPURBALINGGA (BanyumasNews.com) – Status Gunung Slamet meningkat menjadi level II atau waspada sejak Senin (10/3) lalu. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengimbau warga di lereng gunung untuk tetap tenang.

“Kami secara resmi memang belum menyampaikannya kepada masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Slamet, khususnya yang masuk wilayah Purbalingga, seperti Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, dan sekitarnya. Namun, teman-teman Search and Rescue (SAR), yang merupakan mitra kami, telah menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap tenang,” demikian ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga, Priyo Satmoko, di Purbalingga, Selasa (11/3) pagi seperti dikutip laman ANTARA.

Priyo menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga untuk menutup sementara jalur pendakian ke puncak Gunung Slamet melalui Pos Bambangan di Desa Kutabawa.

Sebelumnya, sebanyak 21 pendaki mengadakan pendakian ke puncak oada Senin (10/3) pagi. Saat berada di puncak, para pendaki mendengar suara dentuman sehingga memutuskan untuk segera turun bersama tim SAR yang menyusul setelah diketahui kondisi gunung meningkat.

“Petugas di Pos Bambangan sudah mencoba untuk menghubungi melalui nomor telepon seluler yang dicatatkan di pos sebelum naik. Kami meminta mereka untuk turun kembali,” kata Priyo pada Senin malam (10/3) sesaat setelah para pendaki tiba di Pos Bambangan

Senin sore, sembilan pendaki asal Pekalongan meminta ijin naik ke puncak. Priyo pun melarang para pendaki naik dan menerangkan status Gunung Merapi telah berada di level II sehingga tidak boleh lagi didaki.

Peningkatan status Gunung Slamet disiarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah pada Senin malam. Kepala Badan Geologi Surono melalui siaran persnya menyatakan bahwa Gunung Slamet yang berada di antara Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Pemalang mengalami peningkatan kegempaan.

“Dengan adanya peningkatan kegempaan tersebut, maka sejak hari Senin, 10 Maret 2014, pukul 21.00 WIB, status Gunung Slamet ditingkatkan dari normal (level I) menjadi waspada (level II),” demikian bunyi rilis tersebut.

Terkait hal itu, BMKG merekomendasikan agar masyarakat atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah Gunung Slamet. (ant)

Tentang Penulis

Leave A Response