Cina Luncurkan Satelit Pemantau untuk Maksimalkan Pencarian Pesawat Malaysia Airlines

Ditulis 11 Mar 2014 - 09:13 oleh Joko Pujakesuma
|
Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

BEIJING (BanyumasNews.com) – Belum ditemukannya pesawat Boeing B777-200 milik maskapai Malaysia Airlines yang hilang sejak Sabtu (8/3) dini hari lalu membuat Cina geregetan. Maklum saja, negara Tirai Bambu ini merupakan asal korban terbanyak dalam insiden misterius ini. Pemerintah Cina pun mengirim satelit pemantau untuk memaksimalkan proses pencarian.

Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 diperkirakan hilang di sekitar wilayah perairan Vietnam setelah terakhir kali melakukan kontak radio menjelang daerah tersebut. Sejak itu proses pencarian besar-besaran dilakukan Malaysia yang dibantu oleh Vietnam, Cina, dan Filipina.

Sejumlah negara kemudian menyusul ikut mengirim armada pencarian. Indonesia telah memberangkatkan pesawat patroli, sementara Amerika Serikat dan Australia juga telah mengirimkan armada masing-masing ke perairan Laut Cina Selatan. Namun hingga Selasa (11/3) pagi masih belum ada kabar tentang lokasi terakhir pesawat sebelum menghilang dari radar.

Cina sendiri telah memberangkatkan lima kapal perang ke lokasi yang diperkirakan sebagai tempat jatuhnya pesawat. Kapal perang Mianyang dan kapal patroli maritim kepolisian Cina “3411” bahkan telah melakukan penyusuran hingga area 5.500 kilometer persegi, namun tanda-tanda keberadaan pesawat tetap nihil.

Tak cuma kapal perang, Cina juga mengerahkan kapal-kapal patroli kepolisian lautnya, ditambah kapal-kapal patroli Kementerian Transportasi. Pemerintah Cina menegaskan, jika masih diperlukan pihak telah menyiapkan armada tambahan untuk membantu pencarian.

Setelah mengirimkan armada pencarian sejak hari pertama, Cina bersiap menambahkan satelit. Situs Angkatan Bersenjata China pada Selasa (11/3) pagi menyebutkan, Pusat Pengawasan dan Pengendalian Satelit Citic Xian akan meluncurkan satelit guna memantau kondisi cuaca, komunikasi dan beragam aspek lainnya demi membantu proses pencarian pesawat.

Pesawat B777-200 milik maskapai Malaysia Airlines membawa 239 orang, 12 di antaranya merupakan awak pesawat. Korban terbanyak berasal dari Cina, yakni 154 orang termasuk seorang anak-anak.

Tentang Penulis

Leave A Response