Curug Cileret Susukan, Potensi Wisata Yang Belum Tergarap

Ditulis 11 Mar 2014 - 08:35 oleh Nanang BNC
CURUG CILERET  : Air terjun Curug Cileret di Dusun Jurangjero, Desa Panerusan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara cukup besar. (foto Ruhito)

CURUG CILERET : Air terjun Curug Cileret di Dusun Jurangjero, Desa
Panerusan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara
cukup besar. (foto Ruhito)

POTENSIi wisata alam Banjarnegara sebenarnya cukup banyak dan menyebar di sejumlah kecamatan. Namun karena kurang perhatian, potensi tersebut kurang dikenal di masyarakat. Salah satunya adalah Curug Cileret di Dusun Jurangjero, Desa Panerusan Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara.
Akibat infrastruktur jalan yang belum memadai, dua air terjun
berjejer dengan ketinggian sama yang berketinggian sekitar 100 meter kini ditinggal pengunjung. Padahal, pada tahun 2000-an, tempat wisata yang memiliki ketinggian berkisar 700 meter dari permukaan air laut ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada hari Minggu atau libur.
Kepala Dusun Jurangjero, Jasmo mengatakan, curug Cileret ramai dikunjungi masyarakat pada tahun 1997 hingga 2000 ketika kondisi jalan bagus. Mereka bukan saja berasal dari Banjarnegara saja, banyak pengunjung dari Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Kebumen yang sengaja ingin menikmati air terjun dan melihat sekelompok kera
yang masih ada disekiling terjunan.
”Saat liburan bisa mencapai 200 hingga 300 pengunjung.
Rata-rata remaja dan pelajar. Namun semenjak rusak dan ada kejadian pencita alam tewas di lokasi curug pengunjung merosot tajam,” jelas Jasmo.
Dikatakan olehnya, saat banyak pengunjung pemuda setempat
memberlakukan tarif masuk sebesar Rp 1.000. Dana dipakai untuk perbaikan dan perawatan jalan dari dusun jurang jero ke lokasi wisata. Namun semenjak pengunjung menurun tajam tidak ada lagi retribusi desa dan tidak ada lagi perawatan jalan meuju lokasi. Imbasnya jalan menuju lokasi curug banyak ditumbuhi tanaman liar.
Karena itu, lanjut Jasmo, pihaknya berharap kedepan lokasi
wisata ini bisa digarap pemerintah daerah dan bisa disatukan dengan program desa wisata yang dicanangkan pemerintah daerah. Agar itu bisa terlaksana perbaikan jalan juga bisa diupayakan pemerintah.
Curug ini berjarak sekitar tujuh kilometer (km) dari jalan
utama Banyumas – Susukan. Untuk menuju curug ini bisa dilalui dengan sepeda motor. Pengunjung bisa memanfaatkan jasa ojek dari jalan raya sampai Jurangjero. Sayangnya jalan sepanjang lima kilometer dari Panerusan Wetan menuju Dusun Jurangjero rusak parah. Aspal yang melintasi perbukitan hutan pinus milik Perhutani telah mengelupas, sehingga tinggal bebatuan bercampur tanah.
Meski merupakan jalan berbatu, namun jika pandai mengendarai sepeda motor, tidak harus menempuh perjalanan dengan jalan kaki terlalu jauh. Bahkan, sulit jalan bisa dijadikan tantangan tersendiri untuk menguji adrenalin. Sepeda motor bisa dititipkan di dukuh terdekat yaitu Dukuh Crecetan yang berbatasan dengan hutan pinus milik Perhutani. Dari situ cukup berjalan setengah kilometer. (ruhito)
Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Hanif Pramono 30/05/2015 pukul 11:02 -

Leave A Response