Kalangan DPRD Banyumas minta aparat desa dukungan pendidikan gratis

Ditulis 16 Jul 2009 - 21:36 oleh Sista BNC

Kalangan DPRD meminta agar aparat desa di Kecamatan Pekuncen bisa mendukung permasalahan tentang pendidikan gratis. Pasalnya, selama ini masih banyak anak tidak mampu yang belum menimati pendidikan.
Demikian dikatakan anggota DPRD Kabuaten Banyumas Komisi D Habib Muhammad Al Habsy, kepada para kades Pekuncen di aula Desa Karangklesem hari ini.
Dia mengatakan, slogan sekolah gratis seperti yang gencar di iklankan itu dinilai tidak sesuai dengan realita di lapangan bahkan belum terlaksana. Pasalnya, masih banyak sekolah menarik pungutan-pungutan kepada wali siswa, yang jumlahnya cukup besar.
“Berdasarkan analisa di lapangan, masih banyak kesenjangan antara siswa miskin dengan kaya. Bagi mereka yang pinter tapi miskin belum tentu bisa sekolah, tapi orang bodoh tapi mampu bisa menikmati sekolah favorit,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi ini tidak memberikan peluang kepada warga miskin yang hendak menyekolahkan anaknya terutama di tingkat sekolah dasar.
Selain itu, pihaknya menilai peran komite sekolah sampai saat ini belum sepenuhnya memihak wali murid. “Ini terbukti banyak wali murid yang menggerundel karena biaya sekolah besar,” katanya.
Muhammad Alhabsy juga menyoroti keberadaan SMP terbuka. Dia menilai keberadaan SMP terbuka bisa menghancurkan sekolah swasta. “Seharusnya keberadaan SMP terbuka ini bisa ditinjau kembali, apalagi sekarang sudah banyak program kejar paket B,” tegasnya.
Dia menambahkan, Pemda seharusnya bisa memberdayakan sekolah swasta sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Terpisah, sejumlah kades di kecamatan setempat mengaku, belum menguasai sepenuhnya fungsi bos. “Kita juga belum tahu apakah bos itu bisa dialokasikan untuk membeli seragam sekolah anak, karena meski sudah ada bos mereka kesulitan memenuhi operasional sekolah anak,” kata Kades Pekuncen Karseno. (banyumasnews.com/pjl)

Tentang Penulis

Leave A Response