Banjarnegara Rintis Wisata Danau Sumurup

Ditulis 09 Mar 2014 - 20:32 oleh Nanang BNC
Wabub Hadi Supeno (tengah) bersama dengan Camat Batur dan Kades Dieng Kulon foto bersama di tengah pada rumput sebelum sampai di Danau Sumurup. (foto : BNC/Ruhito)

Wabub Hadi Supeno (tengah) bersama dengan Camat Batur dan Kades
Dieng Kulon foto bersama di tengah pada rumput sebelum sampai di Danau
Sumurup. (foto : BNC/Ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tengah berupaya memaksimalkan Kawasan Obyek Wisata Dataran Tinggi Dieng. Kini, Pemkab merintis jalan wisata menuju Danau Sumurup yang berada di puncak pegunungan Pangonan pada ketinggian 2.300 m dpl. Belum lama ini, Wakil Bupati Hadi Supeno bersama Camat Batur, Kepala Desa Dieng, Pokdarwis Pandawa Dieng, Kelompok Pecinta Jeep Chandradimuka Auto Club Banjarnegara, dan Dinbudpar melakukan
ekspedisi Sumurup.

”Kegiatan ini kami namakan ekspedisi Sumurup karena merupakan upaya
merintis jalan wisata menuju danau Sumurup yang berada di puncak
pegunungan Pangonan pada ketinggian 2300 m di atas permukaan air laut.
Upaya ini kami tempuh karena ingin menawarkan keindahan panorama
padang savanna danau Sumurup dan keunikan-keunikan yang ada di
dalamnya sebagai alternatif wisata alam,” ungkap Hadi Supeno.
Menurutnya, Danau Sumurup yang berada disalah satu sisi padang
savanna yang sangat indah dengan sejumlah bukit mirip bukit-bukit di
film anak-anak Teletubbies. Sementara di kanan-kiri padang savanna
ditumbuhi rimbunan pepohonan yang sangat indah bila kita menikmati
sambil duduk-duduk ditengahnya.

Selain itu, juga ada keistimewaan lain yakni ditengah padang savanna
tumbuh pohon cemeti. Meski pohon Cemeti ini dalam khasanah budaya
dikenal sebagai pohon istimewa karena dipercaya mempunyai aurora
magis, namun penampilan pohon ini sangat indah untuk dilihat layaknya
pohon-pohon yang tumbuh di Eropa. ”Dan dari ketinggian ini pula, bila
cuaca cerah wisatawan dapat menikmati sunrise dan sunset sekaligus,”
katanya.

Dijelaskan Hadi Supeno, danau Sumurup inilah sejarah tanaman
Purwaceng yang dikenal sebagai viagranya Jawa  bermula. Sebab untuk
Pertama kalinya orang menemukan tanaman Purwaceng ini di danau Sumurup sebleum akhirnya dikembangakan oleh masyarakat di berbagai tempat di Dieng,” katanya.

Ketua Pokdarwis Dieng ‘Pandawa’, Alif Fauzi mengatakan, dirinya
bersama kelompoknya sudah merencanakan wisata pendakian pegunungan
Pangonan ini menjadi bagian dari paket wisata yang mereka tawarkan
pada saat DCF nanti. Jadi dalam satu paket, lanjutnya, selain
menyaksikan acara ruwat rambut gembel, melihat obyek wisata candi dan
kawah, wisatawan ditawarkan juga padang savanna, candi, serta paket
sunrise dan sunset. (Ruhito)

Tentang Penulis

Leave A Response