Tahun 2010, PT Askes Targetkan Laba Rp 1,6 Trilyun

PURBALINGGA – PT Asuransi Kesehatan/Askes (Persero) mentargetkan sisa hasil usaha atau laba pada tahun 2010  antara kisaran Rp 1,6 hingga Rp 1,8 trilyun. Target ini menyusul bertambahnya peserta dan seiring diberlakukannya Undang-undang nomor 20 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Pada tahun 2009 ini, laba PT Askes diperkirakan mencapai Rp 1 trilyun. Semua keuntungan dikembalikan kepada peserta Askes, dan tidak dipergunakan operasional perusahaan.

”Tahun 2009 ini, PT Askes mengelola dana hingga Rp 6 trilyun. Dana tersebut merupakan jaminan kesehatan untuk sekitar 16 juta Pegawai Negeri Sipil

(PNS) dan pensiunan PNS, serta 2,5 juta milik masyarakat umum,” kata Direktur Utama PT Askes (Persero) DR I Gede Subawa, M.Kes kepada wartawan disela-sela memberikan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) kepada pengurus mesjid Al Furqon di Desa Langgar, kecamatan Kejobong, Purbalingga (Jateng), Senin (28/12).Bantuan yang diberikan senilai Rp 160 juta.

Menurut Subawa, target peningkatan laba bersih didorong melonjaknya premi konsolidasi yang mencapai sekitar Rp 6 trilyun. Premi Askes juga melonjak seiring dengan kenaikan gaji PNS dan penambahan jumlah
PNS. Setiap PNS membayarkan klaim sebesar 2 persen dari total gaji yang diterima. ”Dana yang besar ini harus dipertanggungjawabkan secara baik untuk para pemilik PT Askes yakni pegawai (PNS) yang secara rutin menyetorkan preminya sebesar 2 persen dari gaji setiap bulan,” kata
Subawa.

Dikatakan Subawa, pada tahun 2009 ini PT Askes memasang target investasi sebesar Rp 935 ilyar. Komposisi investasi ini lebih banyak pada investasi
jangka pendek, atau deposito bulanan dan obligasi. Hasil dari investasi ini yang dipergunakan untuk membiayai operasional PT Askes, termasuk membayar gaji karyawan Askes. ”Untuk biaya operasional Askes tahun ini sekitar Rp 529 milyar. Jadi, biaya operasional tidak diambilkan dari keuntungan premi. Seluruh laba premi peserta jaminan dikembalikan seluruhnya kepada peserta,” kata Subawa yang didampingi Kepala PT Askes (Persero) Regional VI Jateng drg Sri Endanf Tidarwati, MM, dan Kepala Bidang PKBL PT Askea pusat I Gusti Putu Oka Wijaya.

Subawa menambahkan, seiring dengan Undang-undang SJSN, pihaknya berharap semakin banyak kabupaten/kota yang mempercayakan pengelolaan program jaminan kesehatan kepada PT Askes. Saat ini, lanjut
Subawa, sudah ada 125 kabupaten/kota yang menyerahkan pengelolaan jaminan kesehatan kepada Askes.

”Kami berharap, kabupaten/kota tidak mengelola program jamkesmas sendiri, tetapi menyerahkan kepada PT Askes, karena Askes telah memiliki jaringan yang luas di semua kabupaten. Setiap kabupaten/kota ada petugas Askes, demikian pula di rumah sakit-rumah sakit, PT Askes menyediakan Askes Centre yang siap melayani peserta sewaktu-waktu,” kata Subawa.

Berkaitan dengan program PKBL, Subawa mengatakan, PT Askes menyisihkan dana 2 persen dari SHU untuk kepentingan bina lingkungan. Pada tahun 2009, PT Askes menyiapkan dana Rp 30 milyar untuk PKBL, diantaranya
beasiswa pendidikan bagi anak-anak PNS khususnya golongan I sebanyak 1.800 anak, program penghijauan, bantuan bencana alam, dan bantuan keagamaan. ”PT Askes tidak hanya membantu pembangunan mesjid, tetapi juga membantu pembangunan sarana ibadah lain seperti pura, gereja, dan tempat ibadah lainnya,” kata Subawa.

Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Purbalingga Kodadiyanto, SH, MM meminta kepada warga masyarakat bahwa bantuan pembangunan masjid harus benar-benar diwujudkan di lapangan. ”Dana pembangunan mesjid ya betul-betul direalisasikan, bukan untuk

Dirut PT Askes berikan bantuan Bina Lingkungan (foto:tgr/BNC)
Dirut PT Askes berikan bantuan Bina Lingkungan (foto:tgr/BNC)

dibagi-bagi,” pinta Kodadiyanto (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.