Angkut Lebihi Tonase, Truk akan Ditilang

Ditulis 07 Mar 2014 - 17:45 oleh Yit BNC
Gubernur Ganjar Pranowo naik ke atas truk untuk mengecek angkutan pasir.

Gubernur Ganjar Pranowo naik ke atas truk untuk mengecek angkutan pasir.

MAGELANG – Sugiarto, warga Parakan, Kabupaten Temanggung, langsung terkejut saat rombongan Gubernur Jawa Tengah mendatanginya, di Jalan Talun Kilometer 1, Muntilan, Kabupaten Magelang, Kamis (6/3). Apalagi, dia kedapatan membawa muatan pasir melebihi batas tonase yang diizinkan.
Muatan truk yang hendak dibawanya dari lereng Gunung Merapi ke Parakan mencapai 13 ton. Padahal, batas muatan yang dibolehkan hanya 4,5 ton. Sugiarto mengaku tidak tahu mengenai batas muatan itu.

Kondisi yang sama juga terjadi pada truk yang dikendarai Black Kusnadi, warga Semarang Barat. Muatan pada truknya mencapai 13,5 ton. Sementara, muatan maksimal yang diizinkan hanya 3,73 ton. Melihat hal tersebut, Gubernur langsung memberikan peringatan kepada pengemudi truk penangkut pasir.

“Keokehen yen semene. Saiki, mulih rapopo. Tapi, ngomong karo juraganmu, sesuk yen isih koyo ngene, takkon nyekel pak polisi,” tegas Gubernur.

Pembatasan tonase kendaraan, khususnya truk, memang akan ditegakkan. Muatan kendaraan yang berlebihan, membuat jalan yang dilalui cepat rusak. Seperti, yang terjadi di sepanjang Jalan Magelang-Kopeng. Semestinya, jalan hanya kuat untuk menampung beban kendaraan 5-7  ton saja. Namun, kenyataannya, tidak sedikit truk dengan muatan lebih melintas. Akibatnya, jalan menjadi cepat rusak.

Kondisi tersebut diperparah dengan air yang meluap saat hujan. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Forkopimda, untuk lebih menertibkan tonase kendaraan yang melintas. Tentunya, disesuaikan dengan kelas jalan.

Pembatasan tonase mendapat dukungan dari warga. Susanto, warga Talun, Muntilan, berharap benar pemerintah dan aparat keamanan menegakkan aturan pembatasan beban kendaraan. Sehingga, jalan tidak cepat rusak.

Pantauan juga dilakukan pada jalan Ngablak-Kopeng, yang rencananya akan diakukan pelebaran masing-masing satu meter di kanan dan kiri jalan. Sehingga, lebarnya menjadi tujuh meter. Pekerjaan jalan rencananya dilakukan pada Maret ini.

Jalan rusak akibat banyak truk mengangkut melebihi tonase.

Jalan rusak akibat banyak truk mengangkut melebihi tonase.

Tentang Penulis

Leave A Response