TPAPD Perangkat Desa Purbalingga naik

Ditulis 16 Jul 2009 - 00:06 oleh Sista BNC

Baru saja mengusulkan kenaikan tunjangan penghasilan aparatur pemerintah desa (TPAPD) pada APBD Perubahan 2009, telepon seluler (ponsel) kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Purbalingga Nur Hamam, dibanjiri belasan short message service (SMS, layanan pesan pendek).
Kepada wartawan Nur Hamam menunjukkan beberapa pesan pendek yang semuanya hampir senada. Salah satunya menyebutkan, “Inyong seneng krungu TPAPD arep ditambahi. Tapi aja mung ngomong, thok”. (Saya senang mendengar TPAPD akan ditingkatkan. Tapi jangan cuma ngomong saja!).
Kenaikan TPAPD ini kan belum final karena baru diusulkan ke DPRD. Tapi reaksi perangkat desa sudah bereaksi seolah-olah sudah pasti akan naik,” ujar Nur Hamam, Rabu (15/7).
Agar tidak melambungkan harapan perangkat desa, Nur Hamam menolak menyebutkan nominal kenaikan yang diusulkan. Setelah APBD Perubahan 2009 disahkan, ia baru akan memberikan keterangan kepada wartawan.
Saat ini, TPAPD untuk kades sebesar Rp 450 ribu per bulan. Sekdes menerima Rp 400 ribu dan kepala urusan (kaur) serta perangkat lainnya dijatah Rp 350 ribu. Khusus bagi perangkat desa yang tidak memiliki tanah bengkok, masing-masing mendapat tambahan dana kesra (kesejahteraan rakyat) Rp 100 ribu per bulan. Selain TPAPD, kabag pemdes juga mengusulkan tambahan alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp 2 juta per tahun..
Terpisah, Asisten Sekda Bidang Adiministrasi, Kartono menuturkan, rencana pendapatan pada APBD Perubahan 2009 sebesar Rp 719.664.888.000, meningkat Rp 22.505.401.000 dari APBD awal yang hanya 697.159.487.000. Seiring kenaikan pendapatan, pos belanja juga membengkak. Pada APBD awal pos belanja langsung dan tidak langsung sebesar Rp 702.704.878.000. Perubahan APBD mengalokasikan Rp 775.457.539.000, naik hingga Rp 72.5742.661.000.
Pos belanja terdiri dari belanja langsung (belanja publik) Rp 295.454.630.000. Dan belanja tidak langsung (belanja rutin) sebesar Rp 480.002.909.000.
“Pada rancangan APBD Perubahan 2009 juga diproyeksikan adanya defisit sebesar Rp 50.247.260.000. Defisit sebesar itu nanti ditutup dengan pembiayaan netto dengan nominal yang sama, yakni Rp 50.247.260.000,” ujar Kartono.(banyumasnews.com/pyt)

Tentang Penulis

Leave A Response