Tukang Cukur Budiro, Tak Segan Mengedukasi Anak Sekolah

Ditulis 06 Mar 2014 - 18:10 oleh Yit BNC
Harsono Budianto sedang melayani pelanggan di tempat cukurnya yang diberi nama ‘Budiro’

Harsono Budianto sedang melayani pelanggan di tempat cukurnya yang diberi nama ‘Budiro’

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Pernahkan anda berkunjung ke tempat cukur rambut? Jawaban pastinya pernah dan rutin. Tapi cobalah untuk mengunjungi tempat cukur ‘Budiro’ yang terletak di pinggir Jalan Raya Rupakpicis atau depan SD Negeri 2 Klapasawit Kalimanah Purbalingga. Memang tempat cukur ini bukan seperti tempat cukur rambut kelas atas, seperti yang sering kita jumpai dengan pelayanan serba mewah.

Ini adalah tempat cukur rambut sederhana milik Harsono Budianto yang sekali cukur hanya bayar Rp. 6.000 untuk dewasa dan Rp.5.000 untuk balita.

Yang menarik ketika di tempat Budiro ini adalah cara komunikasinya yang dirasakan nyaman secara visual, vocal dan verbal. Caranya memandang, gesture tubuhnya saat memotong rambut, nada suara, volume suara yang lirih namun jelas, atau pilihan kata sangat mempengaruhi persepsi orang lain tentang apa yang “sebenarnya” sedang disampaikan Budiro.

Dia mengungkapkan, saya memang pelayan jasa. Sebenarnya kebiasaan yang dilakukan ialah orang datang mencukur rambut, selesai terus bayar.

“Sering saya mengedukasi anak sekolah untuk membatalkan minta dicukur dengan model rambut dikuncir atau dibatik pinggirnya,”ungkap suami dari Wahyu Tri Subekti, PNS di Kecamatan Kalimanah ini.

Pasalnya, untuk anak sekolah pasti sudah ada aturan model rambutnya. Kalau mereka minta model rambut yang tidak lazim pasti akan kena sanksi dari guru disekolahnya.

“Pertama kena sanksi dari gurunya, dan pasti disuruh untuk mencukur kembali. Saya tanamkan pengertian itu kepada anak sekolah yang datang untuk dicukur dengan model yang tak lazim,”tegas bapak dari Dyas Adiyatma siswa kelas 5 SD Negeri 2 Klapasawit dan Athaya Naura Padwa ini.

Kebanyakan dari mereka lanjutnya, setelah dirinya mengedukasi pasti akan menurut dan membatalkan dicukur dengan model yang tak lazim.Kemudian dia juga berharap kepada para guru disekolah kalau memberikan sanksi kepada siswanya berambut gondrong, jangan mencukur terlalu dalam.

“Biasanya guru mencukur terlalu dalam, jadi sulit untuk diperbaiki. Cukup diatas saja jangan terlalu dalam,”pintanya.

Ketangkasannya mencukur serta selalu lugas dalam mengedukasi berimbas pada bertambahnya jumlah pelanggan dari anak-anak sekolah.Dalam sehari rata-rata dia bisa mencukur rambut 40-60 orang.Anda penasaran untuk mencobanya.Silahkan datang setelah Jam 09.00 Wib – Jam 18.00 Wib setiap hari. (BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response