Museum Wayang dan Artefak Hadir di Purbalingga

PURBALINGGA

Museum wayang dan artefak di Purbalingga (foto:tgr/BNC)

Museum wayang dan artefak di Purbalingga (foto:tgr/BNC)

Bupati tanda tangani prasasti museum wayang dan artefak (foto:tgr/BNC)

Bupati tanda tangani prasasti museum wayang dan artefak (foto:tgr/BNC)

Pengunjung mengamati gelang batu peninggalan masa neolitikum (foto:tgr/BNC)

Pengunjung mengamati gelang batu peninggalan masa neolitikum (foto:tgr/BNC)

– Satu lagi wahana baru wisata hadir di Purbalingga. Kali ini wahana museum wayang dan artefak. Sebelumnya, Pemkab Purbalingga melalui Perusda Owabong telah menambah wahana baru iptek taman pintar dan rumah boneka. Kehadiran museum wayang dan artefak akan melengkapi kawasan wisata Sanggaluri Park di Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari.

“Museum wayang dan artefak akan semakin melengkapi pilihan kunjungan ke museum. Museum ini juga siap menerima kunjungan wisatawan pada tahun 2010 khususnya pelajar, dimana tahun itu ditetapkan sebagai tahun kunjungan ke museum,” kata Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si, saat meresmikan museum wayang dan artefak, Minggu (27/12) sore.

Dikatakan Bupati Triyono, dengan kehadiran museumwayang dan artefak, maka kunjungan museum di Purbalingga semakin bertambah. Purbalingga, lanjut Triyono, saat ini telah memiliki museum Soegarda Purbakawatja yang berada di depan pendopo Dipokusumo. Kemudian museum uang, museum insecta yang sebelumnya bernama Reptile and Insect Park.

“Dengan banyaknya kunjungan museum ke Purbalingga, maka kami akan mengirim surat ke Gubernur jateng agar meminta para siswa di Jateng yang hendak berkunjung ke museum cukup di Jawa Tengah, yakni di Purbalingga,” kata Bupati Triyono bangga.

Menurut Triyono, keberadaan museum Soegarda, akan dikembangkan kembali. Satu lokal bangunan yang kini menyatu dengan perpustakaan umum, nantinya akan dikhususkan untuk museum. Sementara perpustakaan akan dicarikan lokasi yang lebih nyaman dan strategis. Misalnya di kompeks gelanggang olah raga Goentur Darjono. “Di kawasan gelora Goentur Darjono, masih cukup luas. Pas jika didirikan bangunan perpustakaan yang representatif,” kata Bupati Triyono.

Selain museum tersebut, Bupati Triyono juga berobsesi akan membangun museum geologi pada tahun 2010. Bupati mentarget, sebelum kepemimpinannya berakhir pada bulan Juli 2010, paling tidak museum zoologi  sudah bisa terwujud. “Untuk membangun museum zoologi, saya kira tidaklah terlalu sulit. Misalnya saja untuk rangka-rangka binatang atau hewan tertentu bisa dibuat dari gips,” kata Bupati Triyono.

Kawasan wisata Sanggaluri Park, lanjut Triyono, yang kini mencapai luasan 3,7 hektar, akan dikembangkan kembali. Wahana iptek yang kini masih menggunakan tenda besar, nantinya akan dibangun gedung sendiri. Disamping ada tenda khusus untuk permainan outdoor. “Kehadiran wahana baru wisata di Purbalingga, kami harap bisa semakin menguatkan Purbalingga sebagai daerah tujuan wisata di Jateng,” kata Bupati Triyono.

Sementara itu, isi koleksi museum wayang dan artefak akan terus dikembangkan. Koleksi wayang yang tersedia saat ini sebagian besar berasal dari koleksi pribadi Bupati Triyono. Koleksi yang ada seperti wayang kulit, wayang suket, wayang revolusi, wayang Pancasila, wayang golek, dan lainnya. Sementara koleksi batu-batuan jaman neolitikum merupakan sumbangan dari Balai Arkeologi Yogyakarta dan dari Institut Teknologi Bandung.

Untuk tarif masuk di museum wayang masih bebas. Pengunjung cukup membayar Rp 10 ribu untuk tiket masuk taman reptil, insecta, rumah boneka, museum uang, dan taman buah. (banyumasnews.com/tgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.