Pertandingan Indonesia U-23 vs Malaysia U-21 Diwarnai Kericuhan Penonton

Ditulis 06 Mar 2014 - 02:23 oleh Eko Nurhuda
|

Indonesia vs Malaysia rusuh

(Foto: istimewa)

SLEMAN (BanyumasNews.com) – Sentimen anti-Malaysia mewarnai pertandingan uji coba antara Indonesia U-23 melawan Malaysia U-21 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (5/3) malam WIB. Penonton beberapa kali melempari pemain Malaysia dengan botol mineral. Di akhir pertandingan, pemain Malaysia yang hendak masuk ke ruang ganti kembali ‘diserang’ lemparan botol.

Pertandingan sebenarnya berjalan menarik tanpa insiden berarti. Hanya sejumlah keputusan wasit tampak kurang tepat sehingga memicu ketidak-puasan kubu tim tamu. Seperti saat wasit menghadiahi Indonesia dengan tendangan penalti saat Bayu Gatra dilanggar Nizam pada menit ke-89.

Saat itu pelanggaran terjadi sedikit di luar kotak penalti, namun Bayu Gatra memang terjatuh ke dalam kotak. Wasit yang tidak berada dalam posisi ideal saat pelanggaran terjadi langsung menunjuk titik putih. Pemain Malaysia protes, namun wasit bersikeras dengan keputusannya.

Indonesia sendiri akhirnya menang dengan skor 3-0 berkat dua gol Bayu Gatra dan satu lagi dari Agung Supriyanto. Malaysia bukannya tanpa peluang. Di menit ke-31 tendangan salah satu pemain Harimau Malaya membentur mistar.

Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Malaysia semakin meningkatkan tekanan. Berkali-kali tim tamu mendapat sepak pojok. Saat pemain Malaysia hendak mengambil sepak pojok itulah penonton melempari botol minuman ke dalam lapangan. Kejadian tersebut terus berulang setiap kali pemain Malaysia mendapat sepak pojok.

Saat pertandingan berakhir, pemain Malaysia yang tengah berjalan masuk ke ruang ganti dihujani lemparan botol minuman. Lemparan tersebut tak sampai menjangkau pemain Malaysia, sebagian besar botol justru jatuh mengenai penonton di tribun bawah dan kerumunan polisi yang mengamankan pintu masuk ruang ganti.

Toh begitu pemain Malaysia melancarkan protes terhadap pelemparan tersebut. Pihak kepolisian lantas merespon dengan mengejar dan menangkapi sejumlah penonton yang dianggap sebagai provokator. Entah separah apa situasinya, namun polisi bahkan sempat menembakkan gas air mata ke arah penonton.

Pemain Malaysia sendiri lantas mendapat pengawalan ketat saat memasuki bus tim. Petugas terus mengawal bus tim Malaysia hingga keluar kompleks stadion.

Tentang Penulis

Eko Nurhuda, kontributor tetap BanyumasNews.com. Berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah.

Leave A Response