Kadra Mohamed, Polwan Berjilbab Pertama di St. Paul Minnesotta

Ditulis 05 Mar 2014 - 07:45 oleh Ratna Dewi
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
222
Dalam Tag
Kadra Mohamed

Kadra Mohamed (23), polwan berjilbab pertama di St. Pauli, ibukota Minnesotta, AS.

SAINT PAUL (BanyumasNews.com) – Beberapa waktu lalu Kepolisian Republik Indonesia memperkenalkan seragam khusus bagi polwan berjilbab. Namun belum sempat diresmikan, tak ada lagi lanjutan kabarnya. Pihak Kepolisian sepertinya musti mengagendakan study tour ke kota Saint Paul di Minnesotta, di mana polwan diperbolehkan mengenakan jilbab saat bertugas.

Kadra Mohamed (21), seorang polwan keturunan Somalia pertama di Negara Bagian Minnesotta, menjadi polisi pertama yang mengenakan jilbab sebagai bagian dari pakaian dinasnya. Hari pelantikan Kadra pada Sabtu (4/3) lalu sekaligus menjadi ajang perkenalan seragam jilbab untuk polwan di Minnesotta.

Lulusan East African Junior Police Academy di St. Paul ini mengaku tegang saat dilantik.

“Ini menegangkan, saya ingin menjadi teladan yang baik bagi orang lain, khususnya perempuan Somalia,” ujar Kadra seperti dikutip twincities.com.

Sebelum bergabung di Kepolisian Minnesotta, Kadra sempat menanyakan apakah dirinya boleh bertugas mengenakan jilbab andai diterima sebagai petugas kepolisian. Di luar dugaan, ternyata kepala kepolisian setempat menjawab hal tersebut boleh.

“Dia akan menjadi trend-setter,” kata Thomas Smith, Kepala Kepolisian St. Paul, seraya mengatakan bahwa divisinya bergabung dengan departemen lain di Washington DC menjadi satu-satunya departemen di AS yang mengizinkan pemakaian jilbab.

Kepolisian St. Paul sebelumnya sempat meminta pendapat dari kepolisian Edmonton di Alberta, Kanada, yang telah lebih dulu mengizinkan polwan beragama Islam untuk mengenakan jilbab saat bertugas. Kepolisian St. Paul juga meminta masukan mengenai desain seragam jilbab yang tidak ‘mengganggu’ saat petugas sedang dinas lapangan.

Jilbab seragam yang dikenakan Kadra tidak sama dengan jilbab pada umumnya. Penutup kepala tersebut dibuat sedemikian cermat agar tidak malah dimanfaatkan penjahat untuk mencelakannya saat melaksanakan tugas.

“Kancing ini bisa copot dengan mudah bila ada kasus kriminal mencoba menarik jilbab di sekitar leher saya,” kata Kadra, menjelaskan tentang satu baris kancing yang memanjang dari bagian kepala hingga leher jilbab.

Kadra adalah imigran kelahiran Kenya, namun kedua orang tuanya berasal dari Somalia. Kedua orang tuanya mengungsi ke Kenya saat terjadi perang sipil di Somalia, sebelumnya akhirnya menyeberangi benua untuk menjadi imigran di AS.

Perempuan berusia 23 tahun ini tumbuh besar di kawasan West Side, St. Paul. Ia bersekolah di SMA St. Paul Central, lalu melanjutkan ke jenjang sarjana mengambil studi bidang keadilan kriminal di Universitas St. Cloud. Di Kepolisian St. Paul, Kadra bertugas sebagai penghubung ke komunitas Somalia yang banyak terdapat di area Twin Cities, St. Paul.

Tentang Penulis

Ibu dua anak, pengelola toko online. Kontributor BanyumasNews.com, tinggal di Kec. Taman, Pemalang.

Leave A Response