Meski Andalkan ATBM, Produk Lurik Klaten Tetap Variatif

Ditulis 04 Mar 2014 - 17:42 oleh Yit BNC
perajin kain lurik di Klaten.

perajin kain lurik di Klaten.

KLATEN – Produk lurik asal Kabupaten Klaten tidak lagi kaku dan monoton. Meski cara produksinya tetap mendasarkan pada alat tenun bukan mesin (ATBM), namun produk yang dihasilkan kian variatif dan menarik. Variasi ini tidak semata-mata pada motif taupun modelnya, akan tetapi bahan dasarnya juga kian bervariasi.

Siti Lestari, pengrajin lurik dengan brand Yu Siti mengungkapkan inovasi produk kain lurik ini dilakukan agar masyarakat semakin tertarik untuk mengenakan kain asli Klaten ini. Karena itu, selain memproduksi motif-motif baru, dirinya membuat inovasi kain lurik berbahan sutra.

‘’Dengan cara ini diharapkan masyarakat semakin tertarik dengan lurik,’’ ujar dia saat ditemu di workshop Yu Siti di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten.

Pendapat senada diungkapkan Mukardani yang juga pengrajin lurik di Klaten. Menurutnya,saat ini kain lurik dengan bahan sutera mulai banyak dicari konsumen, karena kain sutera selain nyaman dipakai juga memberikan kesan mahal. ‘’Sekarang sudah banyak yang mencari kain lurik yang berbahan sutera,’’ ujar pengrajin asal Pedan Klaten ini.

Untuk harga antara kain lurik dengan bahan katun dengan sutera terpaut cukup jauh, kain lurik katun kisaran harga Rp. 50.000,- per meter sedangkan kain lurik sutera berkisar Rp.400.000,- per meter. Mahalnya harga selain karena faktor pembutan yang lebih rumit, bahan baku kepompong sutera belum dapat didapatkan di Klaten melainkan harus mendatangkan dari berbagai wilayah seperti Wonogiri,  Gunung Kidul dan wilayah lainnya.

‘’Dengan inovasi ini, saya yakin kain tradisional khas Klaten akan berkembang pesat seperti halnya batik yang menjadi kain favorit di Indonesia,’’ kata dia.

Selain bahan, motif juga terus berkembang. Penggabungan lurik dengan batik menghasilkan produk yang eksklusif dan berkelas. Terlebih lagi, sejumlah pengrajin juga mengembangkan kain lurik dengan bahan pewarna alam atau organik. Dengan tujuan ramah lingkungan dan memanfaatkan bahan-bahan di sekitar. (BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response