Tingkatkan Investasi, Pemkab Diminta Promosikan Potensi Daerah

Ditulis 04 Mar 2014 - 17:29 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
118
Dalam Tag
Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal Dalam Negeri di Andrawina Convention Hall Owabong Cottage Purbalingga, Selasa (4/3).

Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal Dalam Negeri di Andrawina Convention Hall Owabong Cottage Purbalingga, Selasa (4/3).

PURBALINGGA  (BanyumasNews.Com) – Kepala Sub Direktorat Pelayanan Usaha pada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Agus Suwondo, mengakui upaya kabupaten Purbalingga dalam penyerapan investasi sudah mencapai hasil sangat memuaskan. Hal itu ditandai dengan peningkatan investasi penanamn modal asing (PMA) yang menanamkan modalnya di Purbalingga.

“Purbalingga menjadi salah satu kabupaten dengan prestasi investasi yang sangat prospektif dimasa mendatang,” kata Agus Suwondo saat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal Dalam Negeri di Andrawina Convention Hall Owabong Cottage Purbalingga, Selasa (4/3).

Kegaitan itu merupakan program kerja BKPM yang ditempatkan di Kabupaten Purbalingga. Selain dirinya, sosialisasi juga menghadirkan narasumber anggota Komisi VI DPR RI Idris Sugeng, dan Kabid Pengelolaan Sistem Informasi BKPM, Wing Parikesit. Mereka memberikan sosialisasi kepada aparatur pemda dan pengusaha PMA/PMDN di Purbalingga, seputar tatacara pelayanan perizinan dan nonperizinan penanaman modal serta bidang usaha penanaman modal.

Meski telah memiliki prestasi sebagai kabupaten pro investasi, menurut Agus, Purbalingga harus terus melakukan upaya percepatan peningkatan investasi. Diantaranya dengan memberikan proses perizinan yang terus dipermudah, menjaga kondusifitas daerah serta melakukan kegiatan promosi potensi investasi.

Agus juga menandaskan pentingnya dibuat kawasan-kawasan industri untuk memudahkan investor menentukan lokasi investasinya. Selama ini, banyak investor yang batal berinvestasi di suatu daerah, karena gagal menemukan lokasi yang strategis untuk usahanya. “Ketika Purbalingga ingin ada investor dibidang pariwisata, tentu pemkab harus segera memetakan destinasi wisata yang ada. Agar calon investor yang datang bisa langsung diberikan provile potensi wisata tesebut,” tambah Agus.

Selama ini, lanjut Agus, BKPM mempunyai unit-unit kegiatan promosi yang bisa menjadi sarana promosi bagi potensi investasi di daerah. Kegiatan itu menyangkut promosi investasi di dalam negeri hingga kegiatan promosi ke sejumlah negara di luar negeri. “Pemkab juga bisa bekerjasama memanfaatkan kegiatan yang ada di BKPM,” katanya.

Sekda Purbalingga, Imam Subijakto yang hadir mewakili Bupati, menuturkan, kiat dan kebijakan penyelenggaraan One Stop Service atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang diterapkan Purbalingga sejak 2003, mampu menggairahkan iklim investasi di bumi Perwira. Selama 12 tahun penerapan PTSP, hingga 2014 ini tercatat ada 19 PMA dan 537 PMDN. Gairah investasi ini, mampu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Purbalingga.

“Pada 2003, angka kemiskinan kita masih 31,27 persen sedangkan angka pengangguran 9 persen. Adanya peningkatan investasi mampu mengurangi kemiskinan hingga tinggal 24 persen pada tahun ini dan pengangguran tinggal 4 persen,” jelasnya.

Pemkab Purbalingga, lanjut Imam, terus melakukan pembenahan dan fasilitasi menyangkut bidang perizinan yang terus dipermudah dan peningkatan potensi wisata Purbalingga. “Kita terus berkomitmen, welcome terhadap para penanam modal di Purbalingga. Termasuk menambah investasi sektor pariwisata,” jelasnya.

Sementara, Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (KPMPT), Mukhodam, menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi terkait penanaman modal dalam negeri, untuk mendorong percepatan investasi dan pemerataan penanaman modal di daerah. (BNC/tgr)

 

Tentang Penulis

Leave A Response