Corak Batuan Marmer Banjarnegara Lebih Bervariatif

Ditulis 02 Mar 2014 - 16:49 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
437
Dalam Tag
Salah seorang pengunjung sedang memperhatikan aneka kerajinan Marmer. (foto : BNC/Ruhito)

Salah seorang pengunjung sedang memperhatikan aneka kerajinan Marmer. (foto : BNC/Ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Potensi batuan Marmer yang ada di Banjarnegara memiliki prospek sangat bagus apabila dikelola dengan
optimal. Pasalnya, bahan baku batu marmer yang banyak terdapat di
Kecamatan Pagedongan memiliki warna-warna menarik sehingga beda dengan batuan marmer yang ada di daerah lain.
”Di Indonesia, kerajinan batu marmer hanya ada di Kabupaten
Tulunggagung, Jawa Timur, dan sini (Banjarnegara-red). Keunggulan
disini bahan bakunya berwarna, ada berwarna merah, kehitam-hitaman,
abu-abu, dan kuning keemasan. Kalau warna batu marmer Tulungagung
hanya satu yaitu putih ke abu-abuan,” ungkap Zen Muhamad, anggota
DPRD Banjarnegara yang juga pembina pelaku usaha kerajinan Marmer.
Hanya saja, menurut dia, kerajinan yang dihasilkan perajinan
Banjarnegara masih kalah halus dari Tulungangung sehingga masih
mengalami kendala dalam pemasaran. Hal ini mengingat keterbatasan
peralatan yang dimiliki. Untuk pemasaran produk kerajinan, lanjutnya,
baru diperuntukan untuk kebutuhan lokal.
”Kami tengah mengupayakan pemasaran dengan melakukan kerjasama
dengan pengusaha besar dariTulunggagung dan Semarang. Peluang pasar
yang sangat menjanjikan justru ada pada pasar ekspor karena nilai
jualnya yang tinggi.Namun pasar ekspor membutuhkan syarat cukup ketat
terhadap kualitas barang dan volume produksi. Dan belum lama
berselang, lanjutnya, pihaknya sudah mengirimkan sample wastafel
marmer yang dibuat khusus sesuai spekpesanan untuk ekspor ke calon
pembeli di Amerika. Kalau upaya ini berhasil, saya berharap kerajinan
batu marmer ini mampumengangkat kesejahteraan para pengrajin dan
masyarakat sekitarnya,” katanya.
Ketua  Kelompok Perajinan Marmer Watumas, Surono mengatakan, produk kerajinan Marmer yang sudah dihasilkan berupa asbak, vas bunga, tempat tusuk gigi, tempat pensil, gagang pegangan pintu ataupun pernik-pernik lainnya. ”Produksinya tersebut juga bergantung pada jenis produk dan jumlah produksi yang dipesan. Sementara ini dengan keterbatasan
peralatan yang ada bila untuk asbak kecil bisa dihasilkan 10 buah per
harinya,sedangkan untuk asbak besar hanya tiga buah dalam sehari,”
katanya. (Ruhito)

Tentang Penulis

Leave A Response