Aneka Budaya Jatim, Jabar, Banten dan Jateng Ramaikan ‘The Amazing of Local Culture’

Ditulis 23 Des 2009 - 20:52 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Pawai budaya ‘The Amazing of Local Culture’ yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (26/12) dipastikan akan menampilkan aneka budaya yang unik dari berbagao kota di Jateng, Jabar, Banten, dan Jatim. Pawai budaya tersebut dalam rangkaian Gelar – Budaya Pariwisata dan Purbalingga Expo 2009 memperingati hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-179.

Rangkaian pawai yang dipastikan sangat menarik ini, diharapkan akan ditonton warga masyarakat Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, dan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Kami berharap, warga masyarakat Purbalingga untuk berbondong-bondong menyaksikan pawai budaya ini. Agenda ini sengaja digelar pada hari libur bersama agar dapat dinikmati masyarakat luas,” kata Kasubag Pemberitaan & Media Massa Bagian Humas Setda Ir Prayitno, M.Si, Rabu (23/12).

Dikatakan Prayitno, star pawai budaya akan dimulai dari jalan MT Haryono (Depan SMAN 1 Purbalingga) dan menuju ke arah Timur menuju jalan Jenderal Soedirman Barat – alun-alun  – Jalan Jenderal Soedirman Timur – dan finish di depan Makodim 0702 Purbalingga. “Untuk panggung kehormatan tamu, berada di depan gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau tepatnya di depan gereja Katolik Purbalingga,” kata Prayitno.

Dikemukakan Prayitno, pawai budaya  akan diikuti sedikitnya 54 peserta. Pawai akan dimulai dengan mobil publikasi Humas Setda, mobil polisi, komandan pawai yang disebut dengan Subo Manggolo yang diperankan
kapten Riswanto (Kodim 0702 Purbalingga), kemudian kelompok gambyong.  “Peserta yang akan tampil antara lain Sriwedari Amongtani (PKK dan Dharma Wanita), kelompok aneka budaya (Setda, Badan, Dinas, Kantor).
Selanjutnya pasukan wayang lengkap, pasukan garuda, Maramis, calung Bralingan, genjring, dan Badui,” tambahnya.

Aneka budaya lainnya yang tampil, lanjut Prayitno, adalah Cowongan (Kabupaten Banyumas), seni tradisional Purbalingga seperti Aplang, Paksi Moi, Ketoprak, jepin, Gumbleng Ilo-Ilo Goto, Begalan, Sholawatan, kuda kepang, angguk, rodad. “Akan tampil pula seni kethek ogleng dan reog Ponorogo dari Kabupaten Wonogiri,” jelas Prayitno.

Budaya selanjutnya yang tak kalah menarik yakni, Ujungan, Darodatin, Hadroh, Kuntulan, Dames, Pasukan Gandiwasi, lengger, Ndolalak (Kabupaten
Purworejo), aneka budaya provinsi Nangroe Aceh darusalam, budaya Sumatera Barat, Jejangkungan (Losari Jabar), Sisingaan (Jabar), aneka budaya Jabar, aneka budaya Yogyakarta, Buroq (Kabupaten Brebes), aneka
budaya Jatim, bali, Debus (Banten), budaya Sulawesi, budaya Provinsi Kalimantan, tari becak, budaya provinsi Maluku, Budaya provinsi papua, Budaya Jawi Banyumasan (perstuan pendengar radio Banyumasan di jakarta), kelompok putri pabrik, karang taruna dan kuda renggong
dari Sumedang.

“Pawai budaya ini sangat menarik. Selain untuk memeriahkan hari jadi Purbalingga juga sekaligus untuk melestarikan  dan mengembangkan hasil cipta, rasa dan karsa, warisan nenek moyang yang adiluhung dan sekaligus sebagai embrio pawai budaya Banyumasan,” kata

Kesenian Ndolalak dari Purworejo yang akan ikut tampil (foto:tgr/BNC)

Kesenian Ndolalak dari Purworejo yang akan ikut tampil (foto:tgr/BNC)

Prayitno. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. arif 01/01/2010 pukul 10:17 -

    mas prayit,kelihatannya setelah kuda rengggong,masih ada group penutup lho,RAMPAK KENTHONG PURBAMAS,makasih yaa maaf ikut komentar.

  2. Harto 25/12/2009 pukul 00:57 -

    Wah keren tuh, Selamat aja ya besok ikutan nonton uhuiii

Leave A Response