KPU Rekrut 160 Pelipat Suara

Ditulis 27 Feb 2014 - 17:41 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
118
Dalam Tag

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga akan merekrut sedikitnya 160 orang untuk melipat kertas suara. Untuk saat ini, seluruh kertas suara sudah diterima oleh KPU. Namun pihaknya belum melakukan penyortiran dan pelipatan terhadap kertas suara tersebut. Rencananya penyortiran dan pelipatan mulai dilakukan Selasa (4/3) mendatang.

Ketua KPU Purbalingga, Sri Wahyuni mengatakan, setiap orang ditargetkan dapat melipat minimal satu dus kertas suara. “Karena logistik yang diperlukan sebagian sudah datang, maka KPU masih punya waktu cukup untuk melakukan sortir dan pelipatan surat suara,” katanya.

KPU mulai memasang tenda untuk lokasi pelipatan di halaman kantor setempat. Tenda tersebut sebagai pengganti tempat pelipatan surat suara yang rencana sebelumnya berada di GOR Mahesa Jenar.

“Kami batal meminjam GOR Mahesa Jenar. Pasalnya gedung yang selama ini dikelola Dinbudparpora (Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga) sedang digunakan untuk Pekan Olahraga Daerah (Popda). Padahal KPU tidak akan meminjam secara gratis, namun KPU telah menyiapkan anggaran untuk sewa tempat sesuai tarif,” katanya.

Dijelaskan Sri Wahyuni, pelipatan dan sortir dilakukan di kompleks KPU karena surat suara sudah datang, termasuk pula pertimbangan factor keamanan dan koordinasi antar komisioner KPU.

Sementara divisi logistik KPU Purbalingga Sudarmadi menambahkan, sampai saat ini logistic yang belum datang berupa surat suara untuk kabupaten/kota, hologram, segel, stiker dan formulir.Sebagian kotak suara telah didistribusikan ke Panitia Pemiluan Kecamatan (PPK), sejumlah 5.778 buah dan sebanyak 1.926 kotak suara lainnya akan didistribusikan kemudian bersamaan dengan logistic lainnya.

Sementara itu, hingga Kamis (27/2) belum ada satu pun partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 di Purbalingga yang melaporkan dana kampanye tahap dua ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Padahal, jika tak melaporkan dana kampanye tersebut, parpol diancam dicoret dari keikutsertaan dalam pemilu.

“Belum ada parpol yang masuk. Kami menunggu hingga Minggu (2/2) pukul 18.00,” tambah Ketua KPU Purbalingga, Sri Wahyuni.

Menurutnya, berdasarkan ketentuan pasal 138 ayat (1 dan 2) Undang-undang nomor 8 tahun 2012 tentang pemilu. Dimana dalam UU tersebut, partai politik yang tidak menyetorkan laporan dana kampanye dikenakan sanksi berupa pembatalan sebagai peserta pemilu tahun 2014 di wilayah yang bersangkutan.

Adapun dalam laporan tahap dua ini, parpol harus membuat tiga jenis laporan yaitu laporan dana kampanye periode II, laporan pembukaan rekening dana kampanye dan laporan jumlah awal dana kampanye dalam rekening tersebut.

“Laporannya terpusat oleh parpol sesuai dengan tingkatannya. Jadi parpol dari Kabupaten/Kota setor KPU kabupaten/kota, begitu juga dengan provinsi dan pusat. Jika dalam satu kabupaten ada parpol yang tidak menyerahkan laporan dana kampanye, maka parpol tersebut dinyatakan batal sebagai peserta pemilu di kabupaten tersebut,” katanya. (BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response