Preview Europa League: Napoli vs Swansea City

Ditulis 27 Feb 2014 - 13:53 oleh Eko Nurhuda
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
82
Dalam Tag

Jonjo_Shelvey_Swansea_City

NAPOLI (BanyumasNews.com) – Swansea City melakukan tur sulit ke Stadion San Paolo guna menghadapi tuan rumah Napoli di partai leg kedua babak 32 besar Liga Europa, Jumat (28/2) dini hari WIB.

Meski sedikit diuntungkan menyusul hasil seri 0-0 di Liberty Stadium pada leg pertama, The Swans tak bisa menampilkan dua pemain andalannya. Jonjo Shelvey mengalami cedera hamstring saat timnya dikalahkan Liverpool akhir pekan kemarin. Sementara striker Michu masih belum pulih dari cedera yang dialaminya sejak Desember lalu.

Tanpa Shelvey, pelatih Garry Monk harus memutar kepala lebih lama mengingat Napoli memiliki barisan gelandang dengan kualitas di atas rata-rata, salah satunya Marek Hamsik. Di lini depan, striker Wilfried Bony yang telah mencetak 9 gol dari 11 partai terakhirnya bersama Swansea menjadi andalan utama.

Di pihak Napoli, manajer Rafael Benitez tak bisa memainkan penjaga gawang kesayangannya Pepe Reina karena mendapat cedera saat bersua di leg pertama pekan lalu. Sebagai gantinya, deputi Reina Rafael Cabral bakal dipercaya sejak menit pertama.

Di depan, Benitez bisa menumpukan harapannya pada striker Gonzalo Higuain yang siap tampil. Pemain internasional Argentina ini sudah membukukan 17 gol dari 30 pertandingan sejak dibeli dari Real Madrid musim panas lalu.

Pemain Swansea Ashley Williams menyadari betul tugas berat yang diembannya bersama rekan-rekan setim.

“Kami harus memainkan permainan kami sendiri dan mengeluarkan kemampuan terbaik meskipun hal ini sedikit sulit mengingat ini merupakan laga tandang,” kata Williams seperti dikutip BBC Sport.

“Kami memang tidak mencetak gol ke gawang Napoli di kandang sendiri. Namun itu tidak berarti kami tidak membuat peluang sama sekali, kami hanya tidak bisa memasukkan bola ke dalam gawang entah karena alasan apa,” lanjutnya.

Tekat Williams sudah diwaspadai Benitez, pelatih yang meraih gelar juara Liga Europa musim lalu bersama Chelsea.

“Swansea melakukan perlawanan hebat saat menjamu kami, juga saat melawan Liverpool akhir pekan lalu,” katanya. “Kami harus bersiap, kami harus tampil lebih baik saat menyerang dan kuat dalam bertahan. Kami harus menguasai permainan.”

Akhir pekan lalu Swansea memaksa Liverpool bermain ketat hingga akhir pertandingan sebelum akhirnya menyerah kalah oleh gol Jordan Henderson di menit ke-74. Bila tim asuhan Garry Monk bisa menampilkan perlawanan sengit seperti yang ditunjukkan saat menghadapi Liverpool, Napoli kudu waspada penuh.

Skor 0-0 terasa lebih menguntungkan bagi Swansea, mengingat mereka bahkan bisa lolos hanya dengan bermain imbang berapa pun golnya. Sedangkan Napoli diwajibkan menang gara bisa melaju ke babak 16 besar.

Tentang Penulis

Eko Nurhuda, kontributor tetap BanyumasNews.com. Berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah.

Leave A Response