Antisipasi Pencurian, Sekolah Diminta Pasang CCTV

Ditulis 26 Feb 2014 - 18:51 oleh Yit BNC

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Kasus pencurian di sejumlah sekolah di Kabupaten Purbalingga marak. Dari data Polres Purbalingga, selama dua bulan ini sudah terjadi lima kali kasus pencurian dengan sasaran sekolah.

Kejadian terakhir menimpa SMPN 2 Bukateja dengan kerugian mencapai Rp 87 juta, di sekolah tersebut, pencuri berhasil membawa kabur 19 unit CPU dan monitornya.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Purbalingga, AKP Sitowati mengatakan, dari kasus tersebut rata-rata pelaku mengincar CPU di ruang laboratorium  komputer. Para pencuri diduga adalah sindikat lama yang kerap beroperasi di malam hari.

“Setidaknya beberapa kejadian ini bisa diwaspadai pihak sekolah untuk meningkatkan keamanan, kami juga menghimbau penjaga malam untuk rutin melakukan patroli di lingkungan sekolah secara rutin,” katanya.

Dia mengimbau pada pihak sekolah untuk lebih meningkatkan pengamanan dengan memasang CCTV di sejumlah ruang utama, khususnya laboratorium. Hal ini untuk mengantisipasi dan mempermudah dalam penyidikan jika terjadi tindak kejahatan.

Selain pencurian komputer, polisi juga mengingatkan agar masyarakat waspada dengan berbagai aksi kejahatan khususnya pencurian. Harus ada kerja sama dengan masyarakat sekitar, apalagi sekolah yang berada di jalan utama. Kerja sama dan koordinasi dengan polsek setempat juga harus dilakukan sebagai tindak pencegahan.

Sementara itu, dalam dua hari terakhir, pencurian sepeda motor (curanmor) terjadi di dua lokasi. Pertama pada Rabu (26/2) pagi sekitar pukul 05.30. Sepeda motor bernomor polisi R-5456-EL milik Erik Febri Romadoni (19) warga Desa Bedagas, Kecamatan Pengadegan raib saat diparkir di halaman rumah temannya, Binar Cahya Rahmawan (19) warga Desa Kalimahan Wetan, Kecamatan Kalimanah.

“Malamnya motor diparkirkan bersama empat motor lain di halaman rumah, ditinggal tidur sebentar, paginya dicek ternyata punya saya sudah tidak ada,” kata korban kepada polisi. Akibat kejadian ini, korban menderita kerugian Rp 10 juta.

Sehari sebelumnya, curanmor terjadi di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja. Sebelum kejadian, korban, Ikhwanto (54) warga setempat, memarkirkan motor bernomor polisi R-3657-BO di belakang rumah dekat sawah. Jarak antara sawah dengan rumah sekitar 25 meter.

“Siang itu sekitar pukul 13.00 saya sedang membersihkan rumput, tak lama kemudian saya melihat seorang pria berpakaian biru mengendari sepeda motor. Setelah saya cek ternyata motor saya sudah tidak ada,” katanya. Ia pun merugi Rp 9 juta karena kejadian itu.(BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response