Panas Bumi Dieng Jadi Paket Wisata Edukatif

Ditulis 26 Feb 2014 - 17:51 oleh Yit BNC
Pipa berukuran besar yang mengalirkan panas bumi dari sejumlah sumur pengeboran di Dataran Tinggi Dieng berada di tepi jalan. (foto BNC/Ruhito).

Pipa berukuran besar yang mengalirkan
panas bumi dari sejumlah sumur pengeboran di Dataran Tinggi Dieng
berada di tepi jalan. (foto BNC/Ruhito).

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Potensi panas bumi atau geothermal yang ada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara akan dijadikan salah satu paket wisata untuk menarik pengunjung. Untuk mewujudkan itu, Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa sudah melakukan sejumlah langkah, diantaranya dengan memberikan pelatihan guide lokal tentang geothermal. Pelatihan yang dilaksanakan dengan menggandeng PT Geo Dipa Energi (GDE) selaku pengelola panas bumi Dieng.
”Selama ini banyak wisatawan, terutama wisatawan asing yang
berkunjung ke Dieng kerap menanyakan keberadaan pipa-pipa dan
pembangkit tenaga panas bumi. Selama ini, semua pertanyaan dari
wisatawan kami jawab semampu kami. Namun setelah pelatihan ini kami
berharap dapat memberi jawaban yang lebih informative dan benar,”
ungkap Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa, Alif.

Menurut dia, imej orang luar daerah tentang Dieng adalah
wisata. Padahal, selain itu masih ada kekayaan Dieng berupa potensi
panas bumi yang bisa dijadikan wisata edukatif. ”Gagasan pelatihan
guide ini muncul saat pertemuan dengan ketua Pokdarwis Dieng Pandawa.
Saat itu tercetus keluhan tentang kerap munculnya pertanyaan seputar
pipa-pipa milik PT Geodipa dan sejumlah aktivitasnya. Adanya itu, kita
sinergikan aktivitas pariwisata dengan keberadaan kami (GDE-red),”
ungkapnya.

Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno didampingi jajaran manajemen PT Geo Dipa Energi Unit Dieng meninjau lokasi sumur produksi Dieng 30 di Dukuh Pawuhan. (foto : BNC/Ruhito)

Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno
didampingi jajaran manajemen PT Geo Dipa Energi Unit Dieng meninjau
lokasi sumur produksi Dieng 30 di Dukuh Pawuhan. (foto : BNC/Ruhito)

Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno mengaharapakan masyarakat
setempat mendukung program pemkab di di bidang pariwisata. Karena,
jelas dia, keberhasilan terbesar adalah ketika semua warga masyarakat
dapat bertindak selaku guide. Artinya setiap warga masyarakat dengan
kesadarannya masing-masing untuk dapat bersikap ramah dan komunikatif bagi semua wisatawan yang datang ke wilayahnya.

”Guide itu informan karena itu itu harus memiliki kekayaan
informasi. Selain penguasaan bahasa, juga harus mempunyai pengetahuan
mendalam tentang obyek wisata yang diampunya dan juga lingkungan
sekitarnya. Baik sejarah, tradisi, kebiasaan masyarakat setempat,
budaya, peta wilayah, tempat makan khas, dan seterusnya,” katanya.
(Ruhito)

KAWAH SIKIDANG : Sejumlah pengunjung obyek wisata Kawah Sikidang di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara tidak memperhatikan keselamatan jiwanya. Mereka terlalu dekat dengan bibir kawah dan telah melewati pagar pembatas pengaman yang dipasang Dinas Pariwisata dan Kabudayaan Banjarnegara. (foto : BNC/Ruhito)

KAWAH SIKIDANG : Sejumlah pengunjung obyek
wisata Kawah Sikidang di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara
tidak memperhatikan keselamatan jiwanya. Mereka terlalu dekat dengan
bibir kawah dan telah melewati pagar pembatas pengaman yang dipasang
Dinas Pariwisata dan Kabudayaan Banjarnegara. (foto : BNC/Ruhito)

 

Tentang Penulis

Leave A Response