Prediksi Liga Champion: Galatasaray vs Chelsea

Ditulis 26 Feb 2014 - 13:47 oleh Eko Nurhuda
|
Galatasaray vs Chelsea

Didier Drogba (kiri), siap memimpin rekan-rekannya menghadapi eks klubnya Chelsea.

ISTANBUL (BanyumasNews.com) – Aroma reuni bakal terasa di pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champion antara Galatasaray vs Chelsea. Utamanya bagi Didier Drogba dan Wesley Sneijder, dua eks anak asuh Jose Mourinho.

Sebelum membela Galatasaray, Drogba merupakan andalan Mourinho di Chelsea saat manajer Portugal tersebut menangani Si Biru dalam rentang 2004-2009. Mou tentu hapal luar-dalam tentang striker Pantai Gading itu, satu hal berharga bagi penyusunan taktiknya jelang laga kedua tim pada Kamis (27/2) dini hari WIB nanti.

Demikian sebaliknya juga bagi Drogba. Ia tentu paham benar strategi seperti apa yang diinginkan oleh pria Portugal itu, saran-sarannya tentu akan sangat berharga bagi Robert Mancini yang kini menjabat sebagai pelatih Galatasaray, klub di mana Drogba bermain.

Mancini bahkan punya dua mata-mata untuk mengupas strategi dan kebiasaan Mou selain Droga, yakni Sneijder. Sebelum bermain di Turki, pria Belanda itu adalah bagian tim sukses Inter Milan di bawah Mourinho yang meraih treble winner di tahun 2010.

Laga belum lagi dimulai, Mancini sudah mengusik Mourinho dengan pernyataan kontroversial di media. Menurut Mancini, kesuksesan Mou di Giuseppe Meazza karena mewarisi tim yang susah payah ia bentuk.

“Mourinho memenangkan Liga Champion [bersama Inter] karena ia mengambil alih sebuah tim bagus. Ia mengambil tim yang, seperti Manchester City, aku bangun. Sebuah tim yang punya mentalitas bagus,” demikian pernyataan Mancini seperti dikutip London Evening Standard.

“Saat aku datang ke Inter [setelah ditunjuk sebagai pelatih], mereka bermain sepak bola sangat buruk, dan kami mengubah ini,” lanjutnya.

Tanggapan Mourinho? Kolektor dua trofi Liga Champion bersama dua klub berbeda ini hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat jurnalis di Inggris menyampaikan ucapan Mancini padanya.

“Pfft. Lucu, lucu. Sungguh lucu karena tim yang aku mainkan di final [Liga Champion 2010] berisi Lucio, (Tiago) Motta, (Diego) Milito, (Samuel) Eto’o, (Goran) Pandev dan Sneijder,” jawabnya.

“Dari 11 pemain yang aku mainkan, Mancini tidak pernah bekerja sama dengan 6 di antaranya. Jadi ia hanya membangun sebuah tim-lima karena aku memainkan lima pemain dari tim yang ia bangun,” lanjutnya.

Meski begitu, Mourinho harus mewaspadai Galatasaray yang punya rekor kandang sangat baik. Kelolosan klub yang bermarkas di Turk Telecom Arena, Istanbul, ini ditentukan kemenangan kandang di laga terakhir grup. Saat itu Gala menang 1-0 atas Juventus dalam pertandingan yang sempat dihentikan karena lapangan tertutup salju. Kemenangan tersebut selain menambah poin juga membuat Drogba cs. unggul head-to-head atas Juve yang kemudian tersingkir ke Liga Europa.

Selain faktor kandang, Mou juga harus mewaspadai kiprah eks pemain-pemainnya sendiri yang kini menjadi tulang punggung Galatasaray: Drogba dan Sneijder. Plus, satu lagi eks pemain Arsenal yang notabene rival sekota Chelsea, Emmanuel Eboué.

Tentang Penulis

Eko Nurhuda, kontributor tetap BanyumasNews.com. Berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah.

Leave A Response