Jangan tergantung Impor Sapi dari Australia

Ditulis 23 Feb 2014 - 14:09 oleh Yit BNC

presiden sby di lokasi peternakan PT BulsSULAWESI SELATAN – Diantara 15 komoditas pangan strategis, kedelai dan daging sapi masih mengalami kekurangan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mrminta kebutuhan akan kedelai dan daging sapi ini jangan mengandalkan impor.

“Jangan hanya tergantung pada Australia dan Selandia Baru, tidak baik bagi Indonesia. Mestinya di negara sendiri kita kembangkan sapi dan daging sapi,” kata Presiden SBY saat mengunjungi peternakan sapi PT Berdikari United Livestock (Buls) di Desa Bila Pituriase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Sabtu (22/2).

Pemerintah terus mendukung pengembangan usaha peternakan sapi, seperti di Sidrap ini. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, juga untuk meningkatkan ketersediaan daging sapi di seluruh Indonesia.

PT Buls merupakan anak perusahaan PT. Berdikari (Persero) yang memiliki lahan seluas 6.623.1 Ha di Sidrap. Merupakan salah satu peternakan yang memiliki lahan yang terluas dan infrastruktur yang lengkap serta memiliki program terintergrasi dengan tanaman pangan.

Begitu tiba di lokasi peternakan, SBY langsung mendapat penjelasan dari Dirut PT Buls Ria Kusumaningrum mengenai peternakan tersebut. Kemudian SBY dan Ibu Ani turun mendekati pagar peternakan untuk melihat lebih dekat sapi-sapi peternakan.

Presiden SBY meminta Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terus mendorong dan mengembangkan peternakan di wilayahnya. SBY kemudian berinteraksi dengan para karyawan Buls dan menyapaikan bahwa prospek peternakan sapi semakin cerah.

“Mengapa? Karena ekonomi Indonesia tumbuh dengan baik, penghasilan orang seorang meningkat, kebuttuhan untuk makanan yang lebih bergizi juga terus meningkat. Kesimpulannya, peternakan sapi merupakan bisnis atau usaha yang prospeknya bagus,” Presiden menjelaskan.

Dalam rilis yang diterima laman ini, Buls akan menambah jumlah indukan sapi sebanyak 5.000 ekor dan penggemukan sebanyak 9.000 ekor. “Kami akan terus menambah jumlah indukan sapi karena kami telah berkomitmen untuk membangun industri peternakan, dan memasok kebutuhan daging nasional,” ujar Ria Kusumaningrum.

Kunjungan Presiden ini untuk melihat komitmen Buls memenuhi kebutuhan daging nasional dan suplai bibit sapidari Sidrap ke berbagai provinsi, seperti Maluku Utara, Papua Barat, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. (BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response