Hingga September Kucuran BKK Purbalingga Rp 50 miliar

Ditulis 22 Des 2009 - 14:36 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Hingga September 2009, kredit konsumtif yang dikucurkan PD BPR/BKK Purbalingga mencapai Rp 50,69 miliar. Angka itu terpaut sedikit dengan modal kerja Rp 50,93 miliar. Dibanding tahun sebelumnya, nilai kredit untuk keperluan yang bersifat konsumtif itu meningkat signifikan. Hingga Desember 2008, kredit konsumtif hanya Rp 31,6,36 miliar. Terpaut agak jauh dengan kredit modal kerja yang mencapai Rp 48,83 miliar.
“Setiap tahun sebenarnya kami menentukan plafon anggaran untuk kredit modal kerja dan kredit konsumtif. Tapi pada prakteknya kami harus bersikap luwes. Karena memang pengajuan kredit untuk yang sifatnya konsumtif meningkat lebih banyak dibanding permintaan kredit untuk modal kerja,” tutur Direktur PD BPR/BKK Purbalingga, Supardi SIP, Senin (21/12).
Dicontohkan Supardi, kredit konsumtif yang diajukan nasabah meliputi untuk biaya perbaikan rumah, pendidikan dan untuk membeli barang-barang tertentu. Trend peningkatan kredit konsumtif di PD BPR/BKK Purbalingga baru dirasakan sejak tahun 2008. Sebelumnya, kredit modal kerja lebih dominant.
“Tidak sedikit PNS yang mengajukan kredit modal usaha dengan angsuran sstem potong gaji. Biasanya PNS mengajukan kredit usaha untuk membuka warung atau toko yang menjual barang kelontong,” ujarnya.
Secara umum, perdagangan merupakan sektor paling banyak menyerap dana kredit dari perusahaan daerah itu yang mencapai 75 persen. Disusul pertanian (10 persen), industri kecil (8 persen) dan jasa serta sector lainnya sebesar 7 persen.
Pada kesempatan itu, Supardi menyebutkan, dana masyarakat yang terserap di PD BPR/BKK yang dipimpinnya hingga September 2009 telah mencapai Rp 117,56 miliar dengan 62.902 rekening. Sedang kredit yang tersalurkan hingga bulan yang sama sebesar Rp 105,26 miliar melalui 14.870 rekening.
Hingga triwulan ketiga 2009, PD BPR/BKK Purbalingga yang modalnya dari pemerintah propinsi (pemprop) Jateng Rp 6,9 miliar dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga Rp 4,613 miliar itu, telah menghasilkan laba bersih tidak kurang dari Rp 2,75 miliar.
PAD (pendapatan asli daerah) kepada pemprop Jateng Rp 824,42 miliar dan pemkab Purbalingga Rp 551,19 miliar,” ujar Supardi.  (tgr)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. sutardjo adhi P 25/12/2009 pukul 21:09 -

    Pak Supardi, kok tidak dijelaskan tingkat kesehatan PD BPR/BKK Purbalingga, mungkin perlu untuk orang yang mau menabung di BPR.
    Terima kasih.

Leave A Response