Ziarah Makam dan Air Panas di Desa Wisata Gumelem

Ditulis 22 Feb 2014 - 20:09 oleh Nanang BNC
AIR PANAS:Beberapa anak tengah mandi di wisata air panas Pingit, Desa Gumelem, Kecamatan Susukan. (foto Ruhito)

AIR PANAS:Beberapa anak tengah mandi di wisata air panas
Pingit, Desa Gumelem, Kecamatan Susukan. (foto Ruhito)

POTENSI wisata Banjarnegara ternyata tidak hanya pada wisata alam saja. Bila di wilayah timur dan utara terdapat banyak potensi wisata alam maka di wilayah bagian barat, seperti di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan terdapat sejumlah potensi wisata budaya.
Diantaranya adalah wisata budaya dan ziarah makam Girilangan,
Masjid Kuno peninggalan wali, bangunan peninggalan keraton yakni Kademangan serta wisata pengobatan pemandian air hangat.
Makan Girilangan dan Masjid kuno ini sering dikunjungi oleh mereka yang ingin berziarah. Pada hari-hari tertentu yang dianggap keramat seperti Jum’at Kliwon ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah. Sedangkan untuk pemandian Pingit dipercaya oleh sebagian orang bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
DELMAN SIAGA: Sejumlah delman atau yang biasa disebut dokar yang biasa beroperasi di Gumelem tengah menunggu penumpang.  (foto Ruhito).

DELMAN SIAGA: Sejumlah delman atau yang biasa disebut dokar yang
biasa beroperasi di Gumelem tengah menunggu penumpang. (foto Ruhito).

Selain itu, adanya obyek tersebut juga didukung oleh sejumlah
haasil kerajinan maupun pola hidup masyarakat
Gumelem yang masih tradisional, terutama masalah transportasi. Karena meskipun di zaman yang serba cepat dan canggih, sebagian masyarakat di sana masih menyakau alat transportasi trandisional berupa andong atau yang lebih populer dengan sebutan dokar.

TEMBOK TUA: Meskipun tembok Makam Gurilangan telah berumur tua namun masih terlihat kokoh. (Foto:Ruhito)

TEMBOK TUA: Meskipun tembok Makam Gurilangan telah berumur tua
namun masih terlihat kokoh. (Foto:Ruhito)

Alat transportasi yang cukup penting di tahun 60-an ini hingga
kini masih tetap digunakan untuk bepergian ke pasar maupun keperluan lain. Pada siang hari, pemilik dokar biasanya ‘ngetem’ di pasar Werak, Gumelem ataupun menuju ke pertiagaan
Tobong atau pun ke Pasar Perja, Kecamatan Purworejo Klampok.

Bagi siapa saja yang ingin melihat potensi wisata yang ada di
Gumelem juga bisa memanfaat jasa dokar ini untuk mengantarkan. Kita bisa naik dari pasar Perja, pertigaan Tobong Desa Kedwaung ataupun pasar Werak dengan harga terjangkau. Adapun sejumlah kerajinan yang sudah cukup dikenal yakni adalah kerajinan pande besi, ece, batik dan pengolahan gula merah.

PANDE BESI: Meskipun tergenjet sejumlah industri pabrikan, kerajinan Pande besi Gumelem masih tetap bertahan. (foto Ruhito)

PANDE BESI: Meskipun tergenjet sejumlah industri pabrikan,
kerajinan Pande besi Gumelem masih tetap
bertahan. (foto Ruhito)

Untuk kerajinan pande besi yang membuat perkakas pertanian hingga kini masih eksis meskipun terus tergencet dengan hasil produksi pabrikan. Para ampu, sebutan perajin pande besi punya segmen pasar tersendiri. Peralatan pertanian dan berkebun seperti cangkul, kudi (senjata kas masyarakat Banyumas), arit
masih banyak diminati oleh mereka yang menyukai keawetan dan tahan terhadap benturan benda keras seperti batu.
Proses pembuatan batik atau gula merah bisa dilihat langsung karena banyak dilakukan oleh warga Gumelem,bahkan untuk gula mereh merupakan mata pencaharian pokok sebagian
masyarakat. Kita juga bisa merasakan nira yang baru diambil dari pohon kelapa. Selain itu, di Desa Gumelem hingga kini juga masih berkembang sejumlah kesenian tradisional. Diantaranya, Lengger, Kuda Kepang,Aplang dan Ujungan.(Ruhito)

Tentang Penulis

Leave A Response