Kritik Manajer Manchester City Berbuntut Dakwaan UEFA

Manuel Pellegrini
Manuel Pellegrini, bersiap menerima hukuman UEFA setelah mendapat dakwaan.

MANCHESTER (BanyumasNews.com) – Kritik yang dilancarkan manajer Manchester City Manuel Pellegrini usai kekalahan timnya dari Barcelona di ajang Liga Champion, Rabu (18/2) lalu, berbuah dakwaan dari UEFA selaku badan tertinggi sepak bola Eropa.

Usai laga Man. City vs Barcelona yang berakhir 0-2 untuk kemenangan tim tamu, Pellegrini menyemprot wasit Jonas Eriksson yang disebutnya tak profesional serta lebih memihak Barca. Kala itu Eriksson memberi kartu merah pada Martin Demichelis yang melanggar Lionel Messi.

Pellegrini juga mempertanyakan hukuman penalti yang ditimpakan pada timnya. Menurutnya, pelanggaran terjadi di luar kotak penalti. Beberapa hari setelahnya Pellegrini menyampaikan permohonan maaf atas kritiknya tersebut.

“Ketika Anda menelan kekalahan dengan cara seperti kami saat melawan Barcelona, Anda marah dan mungkin saya berbicara sesuatu yang tidak seharusnya. Jadi saya minta maaf atas apa yang sudah saya katakan,” ujar Pellegrini seperti dikutip Sky Sports, Jumat (21/2) waktu setempat.

“Tapi juga saya ingin menglarifikasi apa yang saya sudah katakan karena saya tidak melakukan tudingan serius kepada siapapun — tidak kepada wasit, tidak kepada UEFA, tidak kepada siapapun,” lanjutnya.

Toh, permintaan ini tak mempengaruhi apa-apa. UEFA melalui komisi disiplin tetap mengambil tindakan dan menyelidiki ucapan manajer asal Cili ini.

“Menyusul penyelidikan yang dilakukan pengawas disiplin UEFA, UEFA hari ini telah membuka laporan disipliner terhadap Manuel Luis Pellegrini terkait konfensi pers kepada media setelah pertandingan yang disebutkan di atas,” demikian bunyi keterangan resmi UEFA yang dikutip ESPN.

Keterangan UEFA melanjutkan, “Pelatih kepala Manchester City didakwa atas pelanggaran prinsip-prinsip umum tingkah laku.”

UEFA berencana menyidangkan kasus ini pada 28 Februari 2014 mendatang. Andai dinyatakan bersalah, Pellegrini bisa dijatuhi sanksi berupa denda dengan jumlah tertentu dan atau larangan mendampingi tim di ajang Eropa selama beberapa pertandingan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.