Tujuh Gajah Semarakkan Kirab Manggala Praja HUT Purbalingga

Ditulis 21 Des 2009 - 09:10 oleh Banyumas1

PURBALINGGA–Kirab Manggala Praja dalam rangka hari jadi ke 179 Kabupate Purbalingga, Sabtu (19/12) berlangsung meriah. Yang menarik perhatian penonton, adanya tujuh ekor gajah dari Sekolah Pelatihan Gajah¬† Way Kambas, Lampung, turut mengawal kirab yang menyusuri jalan-jalan protokol di Kota Purbalingga itu.

Tujuh Gajah yang beraksi semarakan HUT Purbalingga (foto:tgr/BNC)

Tujuh Gajah yang beraksi semarakan HUT Purbalingga (foto:tgr/BNC)

Gajah-gajah yang didandani sedemikian rupa dan membentuk barisan tersebut, masing-masing ditunggangi seorang prajurit.
Bahkan, seekor gajah yang berada paling depan ditunggangi juga oleh seorang anak kecil yang menggambarkan putri raja.
Di bagian belakang pasukan gajah terdapat iring-iringan pembawa foto 21 mantan bupati yang pernah memimpin Purbalingga diikuti pasukan pembawa bendera.
Dalam Kirab Manggala Praja tersebut juga terdapat iring-iringan enam kereta kencana yang didatangkan dari Keraton Yogyakarta. Yang dibelakangnya diikuti pasukan Bregada Bregas Tambak Boyo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Bregada Surogeni Kraton Surakarta Hadiningrat.
Rencananya, salah satu kereta yang berukuran besar akan digunakan untuk mengangkut Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko beserta keluarganya.
Akan tetapi bupati justru memilih berjalan kaki bersama para pejabat dan pegawai di lingkungan Kabupaten Purbalingga.
Kirab tersebut juga diikuti sejumlah barisan, antara lain pasukan Bregodo Sorogeni dari Keraton Surakarta, Bregada Bregas Tambak Baya dari Keraton Yogyakarta, para penari dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dan karyawati pabrik yang ada di Purbalingga.
Selain itu juga terdapat barisan dari tiap-tiap kecamatan yang dipimpin langsung oleh masing-masing camat dengan menunggang kuda.
Kirab Manggala Praja ini juga dimeriahkan dengan penampilan grup kentongan “Purbamas” yang berada paling belakang iring-iringan yang menyusuri rute sejauh empat kilometer.
Terkait Kirab Manggala Praja yang menampilkan sejumlah ragam bidaya ini, Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi embrio diselenggarakannya gelar kebudayaan Banyumasan.
Menurut dia, budaya Banyumasan memiliki kekhasan yang unik dan spesisifik, sehingga berpotensi untuk dijual sebagai aset wisata.
“Saya sangat yakin, gelar budaya Banyumasan akan sangat luar biasa jika terwujud,” katanya.
Dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-179 ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga menyelenggara Gelar Budaya-Pariwisata dan Purbalingga Expo 2009. Pembukaan Purbalingga expo dilakukan Bupati Triyono, Minggu, 20/12, dan akan berakhir Kamis (31/12).Purbalingga expo dipusatkan di GOR Goentor Darjono, diikuti 192 stand. Diantaranya stand Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) beserta lembaga binaannya, stand TNI/Polri, stand Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), stand Perwakilan Kecamatan, stand lembaga swasta, stand batik, stnd UKM, dan sebagainya.
Dalam pembukaan Purbalingga expo itu, juga ditandatangani perjanjian kerjasama antara Pemkab Purbalingga yang diwkaili Bupati Triyono Budi Sasongko dengan Pusat Peneltian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang diwakili Ketua Pusat Penelitian Fisika LIPI,  Dr Ing Priyo Sardjono.
Tujuan kerjasama untuk mensinergikan kemampuan di bidang penelitian, fasilitasi dan pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Iptek di berbaai bidang yang dapat mendukung pembangunan daerah Purbalingga. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response