Curug Sikopel, Airnya Dipercaya Bikin Awet Muda

Ditulis 19 Feb 2014 - 18:01 oleh Nanang BNC
CURUG TERLANTAR : Sejumlah warga sekitar curug Sikopel sedang menikmati air terjun Sikopel yang berada di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan. Namun karena promosi yang kurang, curug ini belum banyak dikenal luas oleh masyarakat.(foto Ruhito)

CURUG TERLANTAR : Sejumlah warga sekitar curug Sikopel
sedang menikmati air terjun Sikopel yang berada di Desa Babadan,
Kecamatan Pagentan. Namun karena promosi yang kurang, curug ini belum
banyak dikenal luas oleh masyarakat.(foto Ruhito)

KEBERADAAN Curug Sikopel di Desa Babadan Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara mungkin belum dikenal luas seperti obyek wisata dataran tinggi Dieng, Batur ataupun TRMS Serulingmas yang berada di Kota Banjarnegara. Padahal, selain bisa menikmati kesegaran air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter dan pemadangan indah, pengunjung juga berkesempatan menyaksikan sekawanan kera liar.

Biasanya, kera-kera yang terlihat itu pada waktu pagi atau sore di
jalan setapak menuju air terjun ataupun lahan milik warga, saat mereka mencari makanan. Hanya saja, mengingat kera-kera liar kita tak bisa mendekat untuk sekedar makanan. Hewan tersebut biasanya akan langsung pergi menjauh begitu melihat manusia.
Tokoh masyarakat setempat, Turno mengatakan, pengunjung curug
biasanya pada hari minggu atau hari libur. Mereka bukan hanya berasal dari Banjarnegara saja, banyak warga dari luar kabupaten seperti Wonosobo, Banyumas dan beberapa daerah lain yang sengaja datang.
Selain untuk mandi, banyak pengunjung yang pulangnya sengaja membawa air curug untuk dibawa pulang karena membawa berkah. ”Karena itu, pengunjung yang datang kesini terkadang membawa pulang jerigen atau tempat khusus lainnya agar bisa membawa pulang air,” ujar dia.
Untuk menuju curug ini tidaklah sulit. Pengunjung bisa menaiki
kendaraan pribadi. Jaraknya sekitar delapan kilometer dari kantor
kecamatan Pejawaran. Saat menempuh jarak itu, pengunjung bisa
menikmati pemandangan alam khas pedesaan dan aktifitas warga di daerah pegunungan. Apalagi, respon masyarakat sekitar terhadap orang asing cukup baik. Memasuki pintu gerbang curug Sikopel, anda sudah dapat mendengar suara gemuruh air terjun setinggi kurang lebih 70 meter dengan kedalaman sekitar sepuluh meter.
Sejarah curug Sikopel ini, ungkap dia, tak bisa lepas sejarah
Banjarnegara. Pada saat bupati Kolopaking memimpin Banjarnegara beliu sering berkunjung ke curug ini untuk menjalankan laku tirakat. Konon, pada saat bersemedi di gua yang berada persis di belakang terjunan air bupati Kolopaking mendapatkan kopel kuda (tali pengatur kendali kuda).’Karena itu, air terjun ini kemudian diberi nama Sikopel,” katanya.
Mantan Camat Pagentan, Imam Kusharto mengatakan, curug Sikopel cukup prospektif untuk dikembangkan. Obyek wisata ini menawarkan pemandangan yang indah dan alami sehingga layak menjadi salah satu tujuan wisatawan. Karena itu, pihaknya akan mengupayakan pengembangan sarana dan prasara untuk menarik pengunjung. Diakuinya, promosi wisata saat ini memang masih kurang. (Ruhito)
Tentang Penulis

Leave A Response