15 Produk UMKM Purbalingga Rambah Pasar Modern

Ditulis 18 Feb 2014 - 17:30 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
165
Dalam Tag

mino makanan khas purbalinggaPURBALINGGA (BanyumasNews.Com)    – Sedikitnya ada 15 produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Purbalingga, kini merambah pasar modern. Pada awal tahun 2014 yang dicanangkan Bupati Sukento sebagai Tahun Produk Lokal Purbalingga, terdapat 6 produk yang berhasil masuk pasar modern Lotte Mart di Jabodetabek. Produk UMKM itu yakni Abon Sapi, Abon Lele, Gula Semut, Manco, Emping Jagung dan Mino Luntup.

Di bulan Ferbuari ini, produk lokal Purbalingga kembali menambah jumlah produk di Lotte Mart sebanyak  8 produk. Produk itu antara lain Klanting 3 Rasa (Purbalingga), Potato (Purbalingga), Pisang Jala Rasa (Purbalingga), Toso (Purbalingga),  Simpe (Karangmoncol),  Kripik Bisono (Karangmoncol),  Marning jagung (Bobotsari) dan Makaroni Keju (Purbalingga). “Pemasaran produk ke toko-toko modern yang mempunyai jaringan pasar yang luas menjadi target utama,” kata Distributor produk lokal Purbalingga, Piyo, Selasa (18/2).

Menurut Piyo, masih banyak potensi-potensi makanan produk Purbalingga yang bisa masuk pasar modern. Apalagi, semangat para pelaku UMKM Purbalingga untuk terus melakukan inovasi produk dan memperluas jaringan pemasaran semakin meningkat.

“Saat ini kami bekerja sama dengan Dinperindagkop Purbalingga terus berburu makanan khas Purbalingga agar bisa dipasarkan di jaringan toko modern,” kata Piyo.

Pihak Lotte Mart Jakarta, tambah Piyo,  saat ini sangat aktif turun ke Purbalingga untuk melihat langsung proses produksi dan menerapkan standar mutu dengan sangat ketat. Lotte Mart merupakan jaringan ritel berskala internasional sehingga apabila produk-produk Purbalingga bisa masuk, maka pintu ekspor ke jaringan Lotte Mart di dunia semakin terbuka.  “Contoh produk asli Purbalingga yang kami kirim memang cukup banyak, akan tetapi masih banyak pula yang harus diperbaiki mutu produknya,” tandas Piyo

Diakui Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan UMKM pada Dinperindagkop, Adi Purwanto, keberadaan para distributor dan para pemasar  saat ini memegang peranan penting dalam meningkatkan omset produk lokal Purbalingga.

“Saat ini hampir semua pelaku usaha makanan Purbalingga terkendala masalah pemasaran dan rata-rata mereka hanya jago membuat saja tetapi sangat lemah dalam pemasaran,” katanya.

Selain pemasaran produk ke Lotte Mart, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan jaringan pasar Alfamart cabang Cilacap. Saat ini, ada 5 produk dari 20 sampel yang telah dikirim ke Alfamart yang tengah memperbaiki produk dan kemasannya. Hal ini dimaksudkan  agar bisa dijual di jaringan Alfamart Cabang Cilacap yang menaungi 335 outlet di Jateng bagian selatan.

“Dari kelima produk yang lolos tahap kedua, hanya Kacang Umpet yang bisa lolos dan sisanya 4 produk harus memperbaiki kualitas kemasan dan produknya terlebih dulu” kata Adi.

Menurut Adi, adanya standar-standar mutu produk yang tinggi jangan dianggap memberatkan, tapi harus dipenuhi agar dapat memenangkan persaingan. “Saat ini banyak para pelaku usaha yang menyerah melihat standar mutu yang tinggi, akan tetapi kami terus memotivasi agar mutu produk dapat memenuhi standar yang diinginkan pasar, ” tukas Adi. (BNC/tgr)

 

Tentang Penulis

Leave A Response