Penyelamatan Lingkungan Dimulai dari Hal Sederhana

Ditulis 18 Feb 2014 - 17:27 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
108
Dalam Tag

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Permasalahan lingkungan menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Berbagai upaya dilakukan untuk mengembalikan lingkungan yang memperihatinkan menjadi lebih baik.

Kasubid Pengembangan Kapasitas dan Pengembangan Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah, Hendradjaja mengatakan penyelamatan lingkungan hidup sangat mungkin dilakukan berawal dari hal-hal yang sederhana.

“Sederhana dalam mengolah sampah, mulai dari membuang di tempat sampah hingga memanfaatkan kembali,” katanya dalam pelatihan Kader Lingkungan Hidup di Owabong Cottage, Senin-Selasa (17-18/2).

Untuk hal itu, katanya, pembiasaan harus dilakukan pada anak-anak. Di lingkungan sekolah, BLH menerapkan lingkungan adiwiyata dimana sekolah tersebut mengedepankan perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan.

Jika anak-anak terbiasa hidup bersih, maka orang tua akan ikut kebiasaan anak tersebut. Paling tidak orang tua akan malu jika ia tidak ikut terbiasa hidup bersih.

“Mulai dari sekolah, bungkus permen dimasukkan saku dulu, baru dibuang di tempat sampah. Harapannya, orang tua jadi malu karena tidak bisa berperilaku seperti anaknya,” katanya.

Menurutnya, sebenarnya sebagian masyarakat sudah banyak yang bergerak melihat kondisi lingkungan yang rusak, namun gerakan mereka masih bersifat parsial tanpa koordinasi yang baik. Hal itu membuat sebagian penggerak lingkungan hidup merasa bekerja sendiri dan tidak diperhatikan oleh pemerintah.

“Karena itu BLH akan memfasilitasi dan mengkoordinasi gerakan-gerakan peduli lingkungan agar tidak berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Senada, Kepala BLH Kabupaten Purbalingga, Ichda Masrianto mengatakan, dalam penanganan masalah lingkungan, yang menjadi persoalan utama adalah enanganan sampah. Sebenarnya penanganan sampah dapat diselesaikan dengan cara 3R yaitu reduce (mengurangi), reuse (memanfaatkan kembali), dan recycle (mendaur ulang).

“Mengurangi misalnya jika kita hendak belanja ke pasar, bawa tas kresek dari rumah. Jangan mau diberi tas kresek dari penjual, karena itu akan menambah sampah di rumah. Memanfaatkan kembali misalnya menggunakan botol bekas minuman untuk tempat minuman lain, dan mendaur ulang misalnya, mengolah sampah menjadi kerajinan tangan,” katanya.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 60 peserta berasal dari PKK kabupaten, kecamatan, desa dan kader bank sampah serta para lansia. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response