PGRI Desak Jabatan Kepala Dinas Pendidikan Segera Diisi

Ditulis 18 Feb 2014 - 17:25 oleh Yit BNC

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Kursi kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Purbalingga yang selama ini diisi pelaksana harian (plh), mendesak untuk diisi. Pasalnya, banyak sekolah yang menunggu kebijakan terutama menjelang ujian nasional (UN).

Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Purbalingga, Sardjono, Selasa (18/2) mengatakan, pengisian kepala Dindik perlu segera dilakukan untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Banyak hal yang melatarbelakangi. Salah satunya banyak sekolah yang menunggu terutama menjelang UN. Mereka perlu arahan dari kepala dinas. Guru butuh pembinaan, arahan dan motivasi membangun semangat kerja,” katanya.

Selain itu, lanjut Sarjono, untuk mengarahkan visi Dindik dalam membangun manusia Purbalingga, diperlukan ruh kepala Dindik sebagai simbol dan penentu kebijakan. Menurutnya, Dindik memiliki karakter beda dengan dinas yang lain. Di Dindik, hal yang dihadapi adalah manusia dengan permasalahan yang
kompleks. Karena itu, ia meminta kepada Bupati agar menentukan figur yang paling pas dan memiliki kapabilitas manajemen serta penguasaan di bidang pendidikan.

“Dari latar belakang apa pun dia, harus memiliki visi membangun dunia pendidikan di Purbalingga semakin baik. Harus memiliki manajerial dan human relationship yang baik,” katanya.

Sementara itu, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Kodadiyanto mengatakan, saat ini atas persetujuan Bupati, pihaknya sudah mengajukan ke gubernur beberapa nama yang diusulkan untuk mengisi kursi kepala Dindik yang kosong.

“Yang diajukan kan tiga nama. Siapa-siapa orangnya, ya rahasia, jangan keluar dulu,” katanya di Graha Adiguna Operation Room Komplek Pendapa Dipokusumo, Purbalingga, Selasa (18/2).

Ketika ditanya berapa lama prosesnya, Koda mengatakan tidak tahu persis. Sebab keputusan lama atau tidaknya ada di tangan Gubernur. Namun ia meyakini, nama-nama yang diajukan tersebut memiliki kredibilitas dalam memimpin dan memanajemen Dindik.

Seperti diketahui, kursi jabatan kepala Dindik kosong sejak pertengahan Oktober silam, setelah kepala Dindik yang lama, Iskhak diberhentikan karena terjerat kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012. Kasus it yang saat ini tengah proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Semarang. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response